Ditjen Pajak Ingin Tambah Pegawai - Sesumbar Penerimaan Pajak Bisa Bertambah

NERACA

Jakarta - Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Kismantoro Petrus mengatakan realisasi penerimaan pajak bisa bertambah apabila Direktorat Jenderal Pajak memiliki jumlah pegawai yang memadai.

\"Kita tidak mungkin melakukan jemput bola kepada para wajib pajak dengan jumlah pegawai hanya 32 ribu,\" katanya di Jakarta, Senin. Kismantoro mengatakan para pegawai pajak Jepang dan Jerman, saat ini jumlahnya enam kali lipat dan sembilan kali lipat dari pegawai Ditjen Pajak, padahal luas wilayah kedua negara tersebut lebih kecil dari Indonesia.

\"Mereka memiliki banyak pegawai, para wajib pajak pun dapat patuh, karena mendapatkan sapaan aktif dari para petugas pajaknya,\" ujarnya. Bahkan, katanya, pada masa tertentu, negara seperti Jepang menyewa petugas kontrak dari luar lingkungan kedinasan pajak, untuk memberikan konsultasi pajak dan membantu warga setempat dalam mengisi Surat Pemberitahuan (SPT).

\"Kita tidak bisa melakukan seperti itu, selain karena tidak diperbolehkan, kita juga tidak ada DIPA-nya,\" ujar Kismantoro. Menurut dia, meskipun jumlah pegawai Ditjen Pajak mencapai sembilan kali lipat dari jumlah saat ini seperti di Jerman, yaitu sekitar 300 ribu orang, masih ada kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan teknologi informasi.

\"Kita tidak punya teknologi yang sejajar dengan Jerman, padahal kecanggihan teknologi bisa berpengaruh juga,\" ujarnya. Untuk itu, Direktorat Jenderal berupaya mencari solusi atas permasalahan tersebut, termasuk mengajukan usulan penambahan pegawai baru mulai tahun ini. \"Bayangkan jumlah pegawai kita sejak 2006 justru menurun, padahal penerimaan pajak pada 2006 tidak setinggi sekarang,\" katanya. [ardi]

Related posts