Electronic City Patok Harga Saham IPO Rp4.050

NERACA

Jakarta-PT Electronic City Indonesia Tbk menetapkan harga perdana saham di level Rp4.050 per lembar saham untuk 333,33 juta saham yang dilepas ke publik dengan nilai nominal Rp100. Ditargetkan, dari hasil penawaran perdana saham perseroan dapat meraup dana segar sekitar Rp1,34 triliun.

Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan pers yang diterbitkan di Jakarta, Senin (24/6). Disebutkan, perseroan akan menggunakan 85% dana hasil penawaran perdana saham untuk biaya pengembangan toko, dan sekitar 15% untuk membiayai modal kerja. Dari dana tersebut, perseroan juga akan melunasi pinjaman sekitar 12% kepada Bank Victoria sebesar Rp15 miliar, Bank CIMB Niaga sekitar Rp75 miliar.

Dalam pelaksanaan penawaran saham perdana ini, perseroan juga akan melaksanakan program employee stock allocation (ESA) sebanyak-banyaknya 2% atau setara 6.666.500 saham, dan menerbitkan saham untuk MSOP sebanyak-banyaknya 1% atau setara 13.333.000 saham. Sebagai penjamin pelaksana emisi efek, perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas.

Manajemen perseroan mengaku telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 21 Juni 2013. Masa penawaran dijadwalkan akan dilakukan pada 25-27 Juni 2013, penjatahan pada 1 Juli 2013, distribusi saham secara elektronik pada 2 Juli 2013, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 Juli 2013.

Direktur Utama Electronic City, Ingrid Pribadi mengatakan, tahun ini perseroan akan menambah sebanyak 30 toko. Dengan adanya pengembangan usahan tersebut, pihaknya optimistis penjualan bisa tumbuh diatas 50%, “Pada tahun ini kita menganggarkan dana belanja modal sebesar Rp800 miliar dan itu karena kita banyak ekspansi di tahun ini. Kita rencanakan tahun ini bangun 30 toko,” ucapnya.

Menurutnya, dengan penambahan sejumlah toko baru pada tahun ini, diyakini target pertumbuhan kinerja tersebut dapat terealiasasi. Pada tahun lalu, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan penjualan sebesar Rp1,43 triliun dengan perolehan laba bersih Rp125 miliar, atau setara dengan margin pendapatan bersih sebesar 8,7%. “Dengan growth penjualan 50%, kita harapkan dapat meraih pertumbuhan income di level 9-10%,” ucapnya.

Saat ini, perseroan telah membuka sebanyak 13 toko baru yang antara lain berada di dalam mall, ruko, dan stand alone seperti bintaro dan SCBD. Sementara pada tahun lalu, perseroan tercatat telah memiliki 23 toko sehingga sampai dengan Mei 2013, toko Electronic City sebanyak 36 toko. (lia)

Related posts