Bank Permata Beli Saham Astra Sedaya Finance

NERACA

Jakarta-PT Bank Permata Tbk berencana akan membeli saham 237.609.989 saham baru yang akan dikeluarkan PT Astra Sedaya Finance. Estimasi harga pengeluaran saham baru PT Astra Sedaya Finance tersebut yaitu sebesar Rp2,04 triliun. “Rencana pengeluaran saham baru perseroan dan pengambilan bagian oleh Bank permata atas saham baru perseroan akan dilaksanakan setelah dipenuhinya beberapa persyaratan.” kata Sekretaris Perusahaan PT Astra International Tbk, Gita Boer di Jakarta, Senin (24/6).

Menurutnya, persyaratan pendahuluan yang harus dipenuhi antara lain Bank Permata telah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia untuk mengambil bagian saham baru PT Astra Sedaya Finance. Kedua, persetujuan dari Bank Indonesia dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas kegiatan peningkatan modal untuk membiayai transaksi Bank Permata mengambil bagian saham baru PT Astra Sedaya Finance.

Meskipun demikian, kata dia, perseroan telah menandatangani Share Subscription Agreement dengan PT Astra International Tbk (“AI”), PT Garda Era Sedaya (GES), PT Sedaya Multi Investama (SMI) selaku para pemegang saham perseroan, dan PT Bank Permata Tbk mengenai rencana pengeluaran 237.609.989 saham dalam perseroan yang akan diambil Bank Permata pada 21 Juni 2013.

Estimasi harga pengeluaran saham baru PT Astra Sedaya Finance sebesar Rp2,04 triliun, lanjut dia, tunduk pada penyesuaian harga yang akan diperhitungkan pada saat efektifnya pengeluaran saham baru PT Astra Sedaya Finance. Pada saat pengeluaran saham baru Astra Sedaya Finance menjadi efektif, maka komposisi kepemilikan saham perseroan akan menjadi sebagai berikut; Bank Permata sebesar 25% dan Perseroan sebesar 75% secara langsung dan tidak langsung melalui GES dan SMI.

Seperti diketahui, salah satu aksi korporasi yang dilakukan perseroan pada tahun ini yaitu menerbitkan obligasi berkelanjutan II dengan total nilai Rp 10 triliun. Untuk tahap pertama anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini menawarkan obligasi senilai Rp 3 triliun. “Rp 3 triliun merupakan nilai maksimal. Namun kami akan serahkan ke penjamin emisi obligasi kami,” kata Presiden Direktur ASF, Djony Bunarto Tjondro.

Menurutnya, dana dari hasil penerbitan obligasi ini, lanjut dia, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja pembiayaan kendaraan bermotor. Dalam penerbitannya, obligasi yang ditawarkan perseroan terdiri atas tiga seri dengan kupon maksimal 7,75%. Untuk seri A diterbitkan dengan tenor 370 hari dengan kupon 6,25-6,75%. Seri B memiliki tenor 24 bulan dan kupon 6,75-7,25%. Sementara untuk seri C memiliki tenor 36 bulan dan kupon 7,25-7,75%.

Sebagai penjamin pelaksana emisi, perusahaan menunjuk PT BCA Sekuritas, PT CIMB Securities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, PT RHB OSK Securities Indonesia, dan PT Standard Chartered Securities Indonesia. (lia)

BERITA TERKAIT

Bank Mayapada Raup Dana Rp 1,331 Triliun - Pemegang Saham Serap Rights Issue

NERACA Jakarta –Aksi korporasi PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) menggelar rights issue dalam penawaran umum terbatas (PUT) XI, sudah…

PT SOS Indonesia Lepas 23% Saham Ke Publik

PT SOS Indonesia akan melepaskan sebanyak 150 juta atau setara dengan 23% saham ke publik melalui mekanisme penawaran umum saham…

Astra Beri Bantuan Rp 550 Juta Untuk Lombok

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan, khususnya korban gempa di Lombok. PT Astra International Tbk (ASII) melalui program Nurani Astra memberi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Intiland Bukukan Pendapatan Usaha Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil membukukan pendapatan usaha di semester pertama 2018 sebesar Rp1,8…

Adi Sarana Armada Beli 2.900 Armada Baru

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terus melakukan peremajaan armada. Dimana…

Pabrik Baru di Sumatera Selatan - Arwana Komersialkan Paruh Kedua di 2019

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan kapasitas produksi, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mulai menggelontorkan investasi untuk pembangunan pabrik baru perseroan…