Penjualan Mobil Bekas Mulai Menggeliat - Perdagangan Otomotif

NERACA

Jakarta - Penjualan mobil bekas mulai menggeliat seiring dengan meningkatnya masyarakat yang membutuhkan kendaraan untuk mudik lebaran. Misalnya, penjualan mobil bekas di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Jakarta, tercatat naik 30% pada bulan ini.

Senior Marketing Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih memperkirakan penjualan mobil pada bulan ini bisa mencapai 2.600-2.700 unit sepanjang Juni. Hingga 20 Juni, penjualan mobil bekas sudah mencapai 2.300 unit.\"Sampai Mei, rata-rata penjualan mobil bekas di sini sekitar 2.200-2.300 unit. Sejak awal Juni meningkat sampai sekarang karena mau lebaran,\" tuturnya di Jakarta, Senin (24/6).

Tak hanya pembeli untuk dipakai sendiri, para pedagang mobil dari berbagai daerah juga mulai berdatangan ke Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua. Jenis mobil yang paling banyak diincar pembeli yaitu Avanza dan Xenia dengan harga sekitar Rp 80 juta per unit.

Herjanto memastikan penjualan mobil bekas tidak akan terpengaruh keputusan pemerintah menaikkan harga premium dan solar. Begitupun juga kehadiran mobil murah ramah lingkungan (Low Cost Green Car), diyakini takkan mengurangi jumlah peminat mobil bekas.\"Kami sih tidak masalah dan yakin kehadiran mobil murah tidak akan menurunkan minat orang beli mobil bekas,\" ungkap dia.

Herjanto mengatakan dengan harga jual yang cukup murah, konsumen seharusnya bisa langsung mengetahui kualitas kendaraan yang akan dibelinya. \"Harga tidak menipu,\" kata dia.

Menurut Herjanto, pelaku usaha mobil bekas sudah mengetahui kualitas dari mobil murah yang akan dikeluarkan produsen otomotif di tanah air. Dari pandangannya, kualitas interior dari mobil murah bisa dikatakan jelek. \"Busanya tidak bagus, pintunya juga pintu murah,\" kata Herjanto seraya mengatakan harga tidak akan menipu konsumen dari kualitas barang yang dibelinya.

Sebelumnya Herjanto mengungkap kalau produk mobil murah ramah lingkungan atau \"Low Cost and Green Car\" (LCGC) akan menurunkan minat konsumen untuk membeli mobil bekas jenis Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia.

\"Dengan harga Rp75 juta sampai dengan Rp100 juta, maka konsumen mobil bekas Avanza dan Xenia akan beralih ke produk LCGC. Hal ini akan berpengaruh terhadap pasar mobil bekas di dalam negeri,\" kata Herjanto.

Namun untuk harga jual kembali mobil LCGC, menurut Herjanto, akan mengalami penurunan yang cukup besar. \"Harga jual produk LCGC bekas akan anjlok karena harga barunya di bawah Rp100 jutaan. Hal ini sudah terlihat dengan produk mobil murah Daihatsu Ceria yang memiliki kapasitas mesin 600 cc dan harga bekasnya hanya Rp30 jutaan,\" paparnya.

Sedangkan Deputy Director BCA Finance, K.A. Wibowo, mengatakan penjualan mobil bekas akan tergerus dengan munculnya mobil LCGC.\"Rencana mobil LCGC sangat berpengaruh terhadap pasar mobil bekas, namun konsumen yang sudah inden produk Toyota Agya maupun Daihatsu Ayla seperti membeli harapan. Pasalnya, pemerintah belum memberikan kepastian mengenai regulasi yang akan dikeluarkan,\" ujarnya.

Wibowo menambahkan, pihaknya yakin penjualan produk LCGC tidak akan mempengaruhi penjualan mobil bekas. \"Konsumen tentunya memiliki pandangan dalam membeli mobil, banyak konsumen yang membeli mobil bekas dengan kualitas yang masih bagus dibandingkan mobil baru dengan kualitas yang belum teruji,\" tandasnya.

BERITA TERKAIT

Harga Produk Makanan Diduga Naik 3%-7% - MESKI VOLUME PENJUALAN DIPREDIKSI MENINGKAT 20%

Jakarta-Meski penjualan makanan diprediksi meningkat sekitar 20% jelang Lebaran, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) berencana menaikkan harga produk…

Reliance Harapkan OJK Selidiki Pembatalan Penjualan WOMF

Reliance Harapkan OJK Selidiki Pembatalan Penjualan WOMF NERACA Jakarta - PT Reliance Capital Management berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turun…

Mobil88 Targetkan Penjualan Tumbuh 15%

Jelang musim mudik Lebaran, tren penjualan mobil bekas kembali meningkat. Hal itu bahkan sudah terlihat sejak sebelum datangnya bulan Ramadan,…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Pasar Domestik - Legislator Minta Presiden Kendalikan Data Pangan Indonesia

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi meminta Presiden Joko Widodo mengendalikan secara langsung data…

Perdagangan Internasional - Indonesia Berhasil Raih Peluang Ekspor di Bordeaux

NERACA Jakarta – Pengusaha Indonesia bersama dengan KBRI Paris berhasil meraih peluang ekspor ke pasar Prancis melalui kegiatan Forum Bisnis…

KBRI Promosi Produk Makanan Indonesia di Tunisia

NERACA Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tunis memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk makanan Indonesia pada pameran industri makanan dan…