Jalankan Fungsi Sosial Rumah Sakit - Khitanan Massal

Berdasarkan Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit disebutkan dalam Pasal 29 f, dijelaskan, setiap rumah sakit memiliki kewajiban untuk melaksanakan fungsi sosial antara lain dengan memberikan pelayanan kepada pasien tidak mampu atau miskin, pelayanan gawat darurat tanpa uang muka, ambulan gratis, pelayanan korban bencana, dan lain sebagainya.

Ya, walaupun disatu sisi membutuhkan biaya yang cukup besar untuk bisa tetap terus beroperasi, rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat. Itu dimaksudkan untuk mendukung program pembangunan berkelanjutan Pemerintah dan berkontribusi meningkatkan kualitas hidup masyarakat terutama mereka yang kurang mampu.

Seperti yang dilakukan oleh RS Pondok Indah Group misalnya. Tepat 23 Juni lalu, Yayasan Puspita dan RS Pondok Indah Group kembali menyelenggarakan salah satu kegiatan sosialnya yaitu ”Aksi Khitanan Massal, Pemeriksaan Kesehatan dan Gigi” bersama PUN dan Ibu Bhayangkari.

“Setiap tahunnya, kami melakukan program kegiatan sosial, terutama di bidang kesehatan dengan berbagai pihak. Tahun ini kami bekerja sama dengan PUN (Perempuan Untuk Negeri) dan Ibu Bhayangkari. Kegiatan seperti ini akan terus kami laksanakan sebagai komitmen untuk membantu masyarakat yang kurang mampu,” ungkap Presiden Direktur RS Pondok Indah Group, Anna Rosita Subagdja.

Sementara itu, Ketua Yayasan Puspita, Drg. Aida Hermanysur menyatakan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian RSPI-Pondok Indah dan RSPI-Puri Indah yang berada di bawah manajemen RSPI Group kepada masyarakat dan dalam rangka implementasi program Corporate Social Responsibility, terutama dalam pelaksanaan fungsi sosial rumah sakit dan penyaluran bantuan di sektor kesehatan. Jumlah keseluruhan tim adalah 70 orang, terdiri dari 12 dokter bedah, 10 dokter umum, dan 8 dokter gigi, 20 perawat serta 20 relawan RS Pondok Indah Group.

\"Sekitar 150 anak usia 4 – 12 tahun dikhitan dan lebih dari 200 orang memeriksakan kesehatan dan giginya. Kami sengaja memilih mengadakan khitanan di akhir Juni ini, bertepatan dengan liburan anak sekolah,\" ungkap Ketua Yayasan Puspita, Drg. Aida Hermanysur.

Related posts