Asuransi Generali Amankan Portofolio via ARMS

NERACA

Jakarta - Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia, Edy Tuhirman, mengatakan saat ini nasabah unitlink merupakan salah satu yang merasakan imbas atas koreksi dan ketidakpastian Indeks harga saham gabungan (IHSG) akhir-akhir ini. “Bagi nasabah unitlink Generali, penurunan IHSG ini hanya berdampak sementara atau jangka pendek karena portofolio nasabah diamankan oleh sistem Auto Risk Management System (ARMS),” ujar Edy dalam siaran persnya di Jakarta, pekan lalu.

Teknologi ARMS Generali ini, kata Edy, mampu memindahkan instrumen portofolio scara otomatif. Portofolio nasabah di unitlink yang ditempatka pada investasi berbasis saham dan/atau obligasi secara otomatis akan dipindahkan ke unitlink dengan jenis dana investasi berbasis pasar uang ketika pasar bergerak jatuh. Dia juga menjelaskan, secara umum unitlink yang merupakan produk asuransi dengan basis investasi pada pasar modal yang didalamnya juga terdapat jenis dama investasi berbasis saham kinerjanya dipengaruhi oleh naik dan turunnya IHSG. Lebih lanjut Edy menjelaskan, dengan sistem ARMS, setiap nasabah memiliki keleluasaan untuk mengatur konfigurasi aset konfigurasinya sendiri serta profil risiko yang dimiliki, hal ini sekaligus menentukan sendiri parameter yang diperlukan.

\"Sistem ini secara otomatis membantu menjaga risiko investasi agar tidak melebihi batas toleransi. Dan kinerja investasi keseluruhan relatif terjaga ketika nilai unit naik atau turun,\" katanya. Edy meyakinkan agar nasabah unit link Generali tidak perlu khawatir dengan terjadinya fluktuasi IHSG yang akhir-akhir ini masih berpotensi terkoreksi. Edy juga mengungkapkan sistem ARMS ini akan memudahkan investor dalam mengelola risiko investasi dengan memonitor pergerakan nilai asset investasi dan jenis dana investasi yang dimilikinya setiap hari. ARMS memadukan berbagai metode manajemen risiko yang dijalankan secara otomatis. Dia mengatakan fitur cut loss terpicu ketika terjadi penarikan secara besar besaran maka otomatis dana pada penempatan saham atau obligasi otomatis akan dipindahkan kepasar uang. \"Sehingga ini terhindar dari risiko kerugian drastis akibat penurunan bursa saham atau obligasi yang lebih dalam,\" ujarnya. [sylke]

Related posts