Indera Wahyu : Petani Depok Dilatih Entrepreneur Per Bulan Pendapatan Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah

Depok - Petani Tanaman Hias Kota Depok dilatih untuk bisa menjadi ”Petani Berdasi” yang memiliki wawasan dan jiwa entrepreneur (pengusaha). Diharapkan bekal pelatihan yang diperoleh dapat menjadi ilmu pengetahuan untuk berhubungan dengan kaum pengusaha, khususnya dalam bidang landscape. Dengan demikian, para petani diharapkan mampu melakukan kontak bisnis dengan pengusaha landscape.

NERACA

”Sejak tahun anggaran 2011 ini, Dinas Pertanian Kota Depok berusaha untuk merancang program dengan kegiatan yang langsung menyentuh petani dan memberikan dampak ganda yang memiliki nilai tambah,” tutur Indera Wahyu, Kepala Seksi Bina Usaha Petani dan Hortikultura kepada Harian Ekonomi Neraca di Depok, berapa waktu lalu.

Sebelumnya, lanjut Indera, para petani tanaman hias dan landscape dikenalkan dengan pengusaha pengembang perumahan yang ada di Kota Depok dan sekitarnya dalam suatu pameran di Pusat Perdagangan terkemuka Depok Town Square. ”Sedikitnya, ada sekitar 200 petani yang tergabung dalam kelompok tani tanaman hias ikut dalam pameran ini,” tandas dia.

Para petani jelas Indera, selanjutnya mengikuti pelatihan dan pengenalan untuk menjadi ”Pengusaha Tani” yang memiliki jiwa entrepreneur. Materi yang diberikan meliputi Ilmu Dasar tentang Design Landscape, Wawasan Tanaman dan Manfaatnya, Marketing dan Peninjauan Lapangan ke Taman Bunga Nusantara.

Sementara itu, Fedol salah seorang peserta pelatihan, sangat terkesan dan mendapat manfaat sangat berarti dalam usahanya sebagai petani pengusaha tanaman landscape. Begitu pula halnya yang dikemukakan oleh Yusuf salah seorang Ketua Kelompok Tani, yang juga mengkuti pelatihan dan pameran yang diadakan Dinas Pertanian Kota Depok.

”Kami berharap, pemerintah hendaknya membuat kegiatan untuk petani janganlah hanya memberikan bantuan bibit, penyuluhan bertani saja. Tapi dengan dilatih skill atau keahlian untuk menjadi pengusaha tani akan sanga besar manfaatnya dalam meningkatkan pendapatan,” ujar Fedol yang telah mempraktikkan jiwa entrepreneurnya ke berbagai developer dan rumah para pengusaha dalam membuat landscapenya.

Tawarkan Disain Konsep

Menurut dia, kalau hanya menjual tanaman hias atau tanaman landscape, penghasilan yang diperoleh masih berkisar jutaan rupiah dan paling besar omzetnya belasan juta rupiah per bulannya. ”Tetapi kalau dengan menawarkan jasa disain konsep landscape, maka nilai omzetnya minimal puluhan juta rupiah, bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah,” tambah dia.

Oleh sebab itu, Fedol mengimbau kepada pemerintah, agar para petani di perkotaan, dilatih keterampilan dan keakhlian yang mampu membuatnya menjadi pengusaha yang memiliki jiwa entrepreneur. Selain itu, petani juga hendaknya dikenalkan dengan kemajuan teknologi semisal, dengan dunia internet. Sehingga para petani dalam usahanya dapat memasarkan produksi tanaman dan keahliannya melalui dunia internet.

Menurut dia, kegiatan pameran yang strategis diperlukan petani tanaman hias. Karena dengan pameran banyak transaksi langsung terjadi. Bahkan pengusaha besar dan pejabat juga berminat membeli tanaman dan meminta untuk dibuatkan disain landscape. ”Nilai transaksinya bisa mencapai ratusan juta rupiah setiap harinya. Saya berharap kegiatan pameran dan pelatian semacam ini lebih rutin berkala dilakukan pemerintah,” ujar dia.

Dijelaskannya, tanaman hias Depok, memiliki kualitas dan daya saing cukup tinggi dibandingkan dengan petani tanaman hias lainnya. ”Anggota kelompok kami bukan hanya menjadi konsumen di Kota Depok saja, tapi juga sampai ke daerah lainnnya di Indonesia ini. Bahkan saya pernah melakukan ekspor ke Korea dan Jepang,” ujar Pedol seraya menambahkan, bahwa nilai ekspornya bisa mencapai miliaran rupiah.

Pendapat serupa juga dikemukakan Ketua Kelompok Tani Pondok Hijau, Yusuf, yang memiliki angota puluhan petani. Tetapi, pameran hendaknya dilakukan di tempat strategis dan dikunjungi oleh banyak orang dari kalangan menengah ke atas. ”Jangan diadakan di lokasi lapangan terbuka yang membuat pengunjung terpaksa harus datang ke lokasi pameran,” pungkas dia.

Related posts