Ikatan Alumni ITB Gagas “Darah Alumni”

NERACA

Jakarta - Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) secara resmi menggagas sebuah program kemanusiaan yang berkaitan dengan aktivitas donor darah bernama “Darah Alumni”. Ketua Ikatan Alumni ITB Jakarta, Hendy Harmen, mengatakan program ini bukan sekadar kegiatan donor darah biasa, karena program ini mengutamakan kesediaan individu mendonorkan darahnya dalam situasi darurat (emergence).

Kegiatan ini merupakan langkah yang dilakukan oleh Ikatan Alumni ITB yang prihatin melihat mengetahui data yang dirilis oleh PMI, bahwa ketersediaan stok darah saat ini hanya mampu melayani sekitar 70% dari kebutuhan darah di Indonesia. Artinya, akan selalu ada situasi darurat, di mana sebagian pasien tidak mendapatkan layanan darah dari PMI. “Program ini juga akan membangun komunikasi dengan pihak PMI, rumah sakit serta masyarakat luas mengenai kesediaan sekian banyaknya alumni ITB yang siap menyumbangkan darahnya kapan pun dibutuhkan,” ujar Hendy di Jakarta, Sabtu (22/6) pekan lalu.

Dalam acara ini juga terdapat penyerahan satu unit mobil ambulan yang berasal dari PT Telkom Indonesia Tbk, dan ditutup dengan aksi donor darah di tempat. “Program “Darah Alumni” ini bukan hanya prosedural teknik, tapi juga sebagai langkah visi kemanusiaan IA ITB, melalui program ini kami ingin membangun persaudaraan. Ini adalah program sepanjang masa yang tak ada hentinya,” ungkapnya. Lebih lanjut Hendy menuturkan, ke depan, program “Darah Alumni” akan dikembangkan menjadi program “Darah Jakarta” yang kemudian menjadi “Program Darah Indonesia”. Dia menambahkan, kata kunci dari program “Darah Alumni” ini ada tiga.

Pertama “Donor Standby”, dalam artian di program “Darah Alumni” menyediakan pendonor yang selalu siap untuk sukarela memberikan darahnya jika dibutuhkan, di mana ditargetkan hingga Desember 2013 ini akan ter-collect 5.000 orang pendonor standby yang berasal dari Alumni ITB. Kedua, aktivitas “Jemput Bola” di mana jika dibutuhkan kantung darah makan si pendonor akan di jemput langsung oleh petugas “Darah Alumni” untuk diantarkan langsung ketempat pengambilan darah, dan si pendonor nanti akan diantarkan kembali ketempat ia di jemput ketika pengmbilan darah selesai. Ketiga, adalah sisitem informasi yang berjalan 24 jam, di mana pihak “Darah Alumni” berinisiatif menyambungkan informasi secara cepat dan tepat kepada para pendonor standby yang memang sudah menyatakan kesediaannya untuk menyumbangkan darah kapan pun dibutuhkan.

Hal senada dikatakan Director of Consumer PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Sukardi Silalahi, yang mewakili Direktur Utama Arief Yahya. Dia melihat kebutuhan darah yang semakin besar, sudah sepatutnya perseroan turut mendukung upaya kegiatan positif ini dalam rangka meningkatkan ketersediaan akan kebutuhan kantung darah. “Kami memberikan sumbangan sebuah ambulan, dengan harapan dapat menjadi alat transportasi yang mendukung baik kediatan “Darah Alumni” ini, hal ini sebagian komitmen CSR PT Telekomunikasi Indonesia. Kedepan kami akan lihat sejauh mana perkembangan aktifitas ini, jika memang memungkinkan tahun depan bisa bertambah kembali sumbangan kami,” tukas Sukardi. [ardi]

Related posts