Menperin dan Menteri KKP Serahkan BLSM

NERACA Jakarta - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi resmi diberlakukan pemerintah per tanggal 22 Juni 2013. Program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) pun mulai dilaksanakan serempak di seluruh tanah air. Menteri Perindustrian MS Hidayat berharap pendistribusian dana kompensasi tersebut dapat berjalan lancar dan tepat sasaran. “Mudah-mudahan dalam situasi sulit, BLSM dapat membantu ibu dan bapak serta supaya kita bisa lebih baik lagi mendatang. Kalaupun ada kekurangan kita bisa memonitor dan perbaiki lagi,” ujar MS Hidayat di sela-sela penyaluran BLSM Kantor Pos cabang Tegal Alur, Kamal, Jakarta Barat, Sabtu (22/6) pekan lalu. Menurut dia, ada 15,5 juta masyarakat miskin di seluruh Indonesia dan pemerintah memikirkan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah itu. “Distribusi yang menarik adalah 15,5 juta masyarakat miskin itu dilakukan oleh PT Pos Indonesia di mana mempunyai jaringan yang kuat sehingga yang berhak dapat di sasar dengan baik,” ujarnya. Di tempat berbeda, Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sharif C Sutardjo menyerahkan BLSM secara simbolis kepada warga di Kantor PT Pos Cengkareng, Jakarta Barat. BLSM diberikan kepada masyarakat miskin sebagai kompensasi pemerintah terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diumumkan secara resmi, Jumat malam kemarin. \"BLSM diberikan pemerintah sebagai bentuk kompensasi pemerintah atas penyesuaian harga BBM kepada masyarakat yang terkena dampak secara langsung atas perubahan harga tersebut,\" ujar Sharif setelah membagikan BLSM kepada 814 Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Kantor PT Pos Cengkareng Jakarta Barat, Sabtu. Sharif menjelaskan, masyarakat tidak perlu khawatir kalau BLSM tidak tepat sasaran, karena pemerintah terus memperbaiki bila ada kekurangan dari implementasi bantuan tunai di lapangan. Untuk tahap awal Penyaluran BLSM tidak hanya sekali dan tidak pada satu tempat saja, secara serentak disebar kepada 15,38 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) di 15 kota/daerah di seluruh Indonesia. Hal ini sesuai dengan program yang sudah dirumuskan pemerintah. Sebelum dan sesudah pemberian BLSM kepada masyarakat, Sharif berdialog dan mendengarkan harapan warga supaya harga sembako tidak melonjak tajam. Sehingga BLSM ini diharapkan dapat meringankan beban untuk pembelian sembako sehari-hari. “Tadi ibu-ibu mengatakan bahwa harga sembako tidak naik, tapi justru karena selalu ada gejolak sehingga sehingga sembako naik. Diharapkan dengan penyaluran BLSM ini, bisa meringankan beban untuk menjangkau harga sembako,” ungkap Sharif. BLSM akan dibagikan sebesar Rp150 ribu per bulan selama 4 bulan sehingga total warga menerima bantun Rp600 ribu. Untuk pembagian tahap awal, mulai dilakukan pada bulan Juni dan tahap ke dua dilakukan pada bulan September. Bantuan Nelayan Ketika disinggung pemberian bantuan kepada nelayan, Menteri Kelautan dan Perikanan menjelaskan bahwa tahun ini KKP akan menyalurkan program-program Peningkatan Kehidupan Nelayan (PKN) sebesar Rp 3 triliun untuk memberdayakan kelompok nelayan miskin. Pemberian dana peningkatan kehidupan nelayan ini digunakan untuk meningkatan kehidupan nelayan miskin pada 816 lokasi di seluruh Indonesia. \"Dana tahun ini sebesar Rp3 triliun untuk nelayan miskin yang akan digunakan misalnya untuk pembangunan pelabuhan dan perumahan seperti membangun rumah tipe 36,\" ujar Sharif. Selain itu, lanjut Sharif, dana peningkatan kehidupan nelayan tersebut juga akan digunakan memberikan bantuan pada nelayan miskin seperti listrik murah, sarana air bersih, fasilitas kesehatan dan pendidikan serta tempat pelelangan ikan di sejumlah daerah. Dana tersebut juga akan digunakan untuk pembuatan pabrik es dan penyimpanan ikan segar, penyediaan kendaraan dan stasiun pengisian bahan bakar dan pemberian keramba jaring apung. \"Dalam menyalurkan dana tersebut, KKP bekerjasama dan menggandeng sejumlah kementerian dan lembaga,\" ujarnya. Ditambahkan, tahun depan program-program peningkatan kehidupan nelayan ini akan diperbanyak. Dan diharapkan dana peningkatan kehidupan nelayan dapat meningkat dari alokasi dana itu pada 2013 sebesar Rp3 triliun. \"Peningkatan dana peningkatan kehidupan nelayan dapat direalisasikan bila didukung program strategis untuk memberdayakan nelayan miskin,\" ujar Sharif. [iwan]

Related posts