Bank Sentral Masih Pelajari MMQ - Hindari Aksi Spekulasi

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI) masih mempelajari skema Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) bagi pembiayaan di sektor properti untuk menghindari adanya aksi spekulasi di sektor perbankan syariah. Direktur Eksekutif Perbankan Syariah BI Edy Setiadi mengatakan, pihaknya masih mengkaji perbedaan antara indent dan ready stock. \"Sebenarnya, indent atau ready stock, itu tidak secara jelas didefinisikan oleh fatwa, walaupun saya mendengar bahwa yang namanya jual beli itu tentu barangnya sudah ada. Nah, sekarang ini masih dibahas mengenai pengertian barang yang sudah ada itu seperti apa,\" ujar Edy di Jakarta, pekan lalu.

Dia lalu mencontohkan rencana pembangunan rumah yang tanahnya sudah tersedia dan tanah tersebut memiliki nilai namun masih menjadi pertanyaan apakah tanah itu disebut sebagai barang yang sudah ada. Mekanisme indent, kata Edy, dikhawatirkan akan terjadinya penyalahgunaan dana konsumen dan hanya dijadikan alasan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari jangka waktu tunggu konsumen yang lebih lama.

\"Dikhawatirkan uang ini bukan untuk membuat pembangunan, tapi sengaja dilamakan supaya harga naik. Oleh karena itu bukan mengatakan saat ini tidak boleh, tapi kita masih mempelajari,\" kata Edy. Dia pun menuturkan, pihaknya teru melakukan kajian dengan diskusi terus menerus khususnya terkait dengan mendorong perbankan syariah untuk menerapkan musyarakah mutanaqisah (MMQ). Edy mengatakan,Bank Indonesia atau pun Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) sudah sepakat bahwa ready stock itu pengertiannya adalah properti yang sudah bisa ditempati.

\"Tapi pemikiran bahwa ready stock atau indent itu ternyata masih dimungkinkan, yang penting sudah ada menghasilkan seperti kenaikan nilai dari pada bangunan itu atau tanah itu, nah itu persoalan lain,\" terang Edy. Dia menambahkan, BI sendiri masih mengkaji skema Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) bagi pembiayaan properti, khususnya rumah dan belum membahas skema untuk pembiayaan kendaraan bermotor. \"Itu juga masih bicara antara apakah boleh di luar properti, misalkan kendaraan bermotor, nah kita belum sampai kesitu. Sementara ini MMQ sendiri adalah pengaturannya sebatas kepada pengaturan properti rumah dan sebagainya,\" tukasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Bank Sentral Targetkan Defisit Transaksi Berjalan Dibawah 3%

      NERACA   Jakarta – Bank Indonesia (BI) akan mengupayakan defisit neraca transaksi berjalan pada akhir tahun berada…

Bank DKI Raih Penghargaan Top Bank Bidang Fintech

      NERACA   Jakarta - Atas upaya mendorong penerapan transaksi non tunai, Bank DKI memperoleh penghargaan TOP Bank…

Banggar DPRD Sukabumi : Pemkot Masih Lemah Dongkrak PAD

Banggar DPRD Sukabumi : Pemkot Masih Lemah Dongkrak PAD NERACA Sukabumi - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Sukabumi menilai Pemerintah…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Yakin Dapat Kendalikan Rupiah

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) yakin dapat mengendalikan pelemahan nilai tukar Rupiah, dimana Senin inimelemah hingga level…

Penyaluran KUR Di Papua Capai Rp703 Miliar

      NERACA   Jayapura - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat mengungkapkan hingga semester I…

Asbanda Ingin BPD Berdaya Saing - Gelar Seminar Nasional

  NERACA   Jakarta - Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) menggelar seminar nasional bertajuk Strategic Positioning Bank Pembangunan Daerah sebagai…