BI Rate Naik, BTN Patok Bunga KPR 6,75 % - Ekspansi ke Pembiayaan Rumah Menengah dan Mewah

NERACA

Jakarta – Saat Indonesia tengah dihajar gejolak inflasi dan kenaikan suku bunga acuan (BI Rate), PT Bank Tabungan Negara Tbk, mematok suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hanya 6,75% untuk produk rumah menengah ke atas. Bunga murah tersebut untuk pembelian rumah di atas Rp1 miliar. “BTN berikan suku bunga spesial 6,75%, untuk perumahan yang harganya di atas Rp1 miliar per unit. Kami memberikan KPR berbunga rendah ini untuk semua proyek Ciputra Group,” kata Direktur Utama BTN Maryono usai penandatanganan MoU Bank BTN dengan Ciputra Group di Jakarta Pusat, pekan lalu.

Kerja sama ini meliputi dukungan fasilitas kredit atau pembiayaan yang diberikan Bank BTN untuk proyek perumahan dan apartemen yang dibangun Ciputra Group di 62 proyek yang tersebar di 31 kota di seluruh Indonesia. Menurut Maryono, pemberian suku bunga kredit khusus yang cukup rendah tersebut untuk memperbesar pangsa pasar BTN dalam bisnis pembiayaan properti menengah ke atas. Selain itu, juga untuk menjaga kualitas dari kredit pembiayaan perumahan. “Alasannya yang penting tambah omzet dengan menjaga kualitas kredit. Apalagi target kita tahun ini bisa menyalurkan KPR Rp28 triliun,\" jelas dia.

Maryono menambahkan, Bank BTN ingin memberikan pelayanan \"one stop service\" dari pembiayaan pembangunannya seperti kredit konstruksi, sampai pada pembelian unit rumah atau apartemen tersebut kepada masyarakat. Bank BTN, tandas Maryono, siap untuk memberikan fasilitas pembiayaan proyek Ciputra berapa pun harganya dan di mana pun. “Bank BTN dapat memberikan pembiayaan berapa pun jumlahnya, dan di mana pun tempatnya serta kapan pun pembiayaan itu dibutuhkan dengan penawaran menarik dan bersaing di pasar,” terangnya.

Dia juga mengungkapkan, Bank BTN terus berkomitmen untuk melancarkan program pembiayaan dengan menggandeng para pengembang besar. Selain Ciputra Group, Bank BTN juga menggandeng 14 pengembang besar lain, seperti Lippo Group, Sinarmas Land, Agung Podomoro Land, Agung Sedayu, Group Summarecon, dan Pakuwon Group. \"Kami ingin bagaimana Bank BTN dapat berperan lebih besar terhadap pembiayaan pembangunan perumahan nasional di luar kredit program FLPP yang hampir 100% merupakan dukungan Bank BTN,\" tutur Maryono.

Maryono menjelaskan, ekspansi Bank BTN dalam bisnis pembiayaan KPR untuk hunian menengah ke atas bukan berarti untuk bergeser dari peran sebagai pendukung utama rumah program. Bank BTN tetap konsisten mendukung program pembiayaan perumahan rakyat yang ditetapkan oleh Pemerintah. Terbukti, sambung Maryono, Bank BTN masih menjadi pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia. “Sedangkan untuk segmen KPR subsidi, peran Bank BTN sangat dominan dengan menguasai pangsa pasar 98% dari total penyaluran FLPP tahun 2011 dan 2012. Dan tahun 2013 kami ingin bagaimana peran itu dapat menjadi lebih besar lagi, tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Ciputra Group, Candra Ciputra menyambut baik kerja sama dengan Bank BTN tersebut. Dia bahkan berharap, kerjasama ini dapat mendorong penjualan produk hunian Ciputra Group hingga 10 ribu unit di seluruh Indonesia. “Ini kan konsumen yang menikmati, suku bunga 6,75% tentunya akan sangat menarik,” papar Chandra. Saat ini, Bank BTN sudah meningkatkan kualitas proses dan infrastruktur KPR, antara lain peningkatan layanan kredit dengan pola 1-5-1 (1 hari persetujuan kredit, akad kredit paling lambat 5 hari dan 1 hari transfer dana hasil realisasi kredit), dan implementasi iLoan untuk percepatan pemrosesan kredit. Kami juga telah memperluas jaringan kantor dalam tiga tahun terakhir, dengan penambahan lebih dari 400 kantor layanan, sehingga sampai dengan 31 Desember 2012, Bank BTN telah memiliki 3.742 kantor layanan, termasuk 2.922 outlet Kantor Pos. [kam]

Related posts