Awal Pekan ini, IHSG Belum Beranjak Menguat

NERACA

Jakarta – Pelemahan indeks BEI kembali terkoreksi diakhir pekan kemarin dipicu aksi ambil untung investor. Alhasil, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup anjlok 114,622 poin (2,48%) ke level 4.515,372. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 24,341 poin (3,20%) ke level 736,263.

Menurut analis Trust Securities, Reza Priyambada, pelemahan indeks BEI juga dipengaruhi sentimen bursa Asia yang juga ikut terkoreksi, “Sentimen negatif kembali menghampiri IHSG BEI terimbas pelemahan mayoritas bursa saham Asia,”ungkapnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia mengatakan, pelaku pasar cenderung menahan diri untuk mengakumulasi saham pascapertemuan The Fed yang akan mulai mengurangi stimulusnya dengan menahan pembelian obligasi. \"Kondisi itu membuat IHSG BEI melemah, di sisi lain sentimen positif belum ada yang dihasilkan,”ujarnya.

Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan diproyeksikan akan bergerak melemah seiring belum pulihnya sentimen positif di Bursa Asia. Sementara Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya saat ini terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan pasar saham domestik dengan menjalankan protokol manajemen krisis (crisis management protocol/CMP).\"Bursa Efek Indonesia memiliki memiliki indikator dan tahapan yang dapat dilakukan ketika pasar bergejolak seperti saat ini, yakni dengan menjalankan CMP,\"paparnya.

Investor memilih menyelamatkan portofolio dengan melepas saham sebelum indeks anjlok lebih dalam. Aksi ini banyak dilakukan investor asing, transaksi asing sampai sore ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 2,22 triliun di seluruh pasar.

Seluruh lapisan saham jadi target aksi jual. Saham-saham unggulan yang terkena koreksi paling dalam. Tak satu pun indeks sektoral yang menguat, semuanya jatuh di zona merah dengan koreksi rata-rata lebih dari satu persen.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 209.081 kali pada volume 6,799 miliar lembar saham senilai Rp 9,476 triliun. Sebanyak 70 saham naik, sisanya 196 saham turun, dan 80 saham stagnan.

Koreksi yang terjadi di pasar saham Asia mulai berkurang, bahkan bursa Jepang sudah bisa balik arah ke zona hijau. Sayangnya, hal ini tidak terjadi di BEI di mana IHSG malah tetap jatuh dengan koreksi yang dalam.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 1.100 ke Rp 2.600, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.000 ke Rp 81.500, Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 14.500, dan Mayora (MYOR) naik Rp 450 ke Rp 30.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 1.400 ke Rp 16.100, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.250 ke Rp 16.700, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 850 ke Rp 47.700, dan Telkom (TLKM) turun Rp 550 ke Rp 9.950.

Perdagangan sesi I, indeks BEI masih terkoreksi 147,549 poin (3,19%) ke level 4.482,445. Sementara Indeks LQ45 jatuh ke level 27,717 poin (3,64%) ke level 732,887. Indeks sempat menyentuh posisi terendahnya hari ini di level 4.474,963. Aksi jual banyak dilakukan oleh investor asing yang dibuntuti oleh para pelaku pasar domestik.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 95.306 kali pada volume 3,624 miliar lembar saham senilai Rp 4,104 triliun. Sebanyak 18 saham naik, sisanya 258 saham turun, dan 43 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Tiga Raksa (TGKA) naik Rp 270 ke Rp 1.470, Solusi Tunas (SUPR) naik Rp 100 ke Rp 6.100, Siantar Top (STTP) naik Rp 90 ke Rp 1.600, dan Plychem (ADMG) naik Rp 40 ke Rp 320.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.000 ke Rp 79.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.000 ke Rp 47.550, Unilever (UNVR) turun Rp 900 ke Rp 26.650, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 850 ke Rp 18.150.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 131,48 poin atau 2,84% ke posisi 4.498,51, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 20,16 poin (2,65%) ke level 740,45.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, pelaku pasar saham global masih bereaksi negatif terhadap pernyataan The Fed yang akan mengurangi pembelian surat utang sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan.\"The Fed kemungkinan akan memperlambat pembelian surat utang. Hal ini akan memicu pelemahan bursa global,”paparnya.

Dia menambahkan, pelemahan indeks BEI juga didorong oleh aksi jual saham oleh investor asing. Sementara analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung menambahkan bursa Asia kembali dibuka terkoreksi dan termasuk IHSG BEI memfaktorkan tekanan signifikan yang terjadi di bursa AS dan Eropa serta harga komoditas dunia.\"Sentimen negatif itu didorong dari ekspektasi pengurangan pembelian aset oleh AS, ditambah data manufaktur indeks China yang lebih buruk dari ekspektasi,”paparnya.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 253,57 poin (1,24%) ke level 20.129,30, indeks Nikkei-225 turun 195,87 poin (1,53%) ke level 12.813,88, dan Straits Times melemah 30,71 poin (0,98%) ke posisi 3.102,45. (bani)

Related posts