Pelayaran Nasional Beli Kapal Senilai US$ 25 Juta - Alasan Tunda Dividen

NERACA

Jakarta – Tahun ini, perusahaan jasa angkutan batu bara, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBR) akan membeli dua unit kapal AHTS 9000 BHP yang memiliki kemampuan tarik mencapai 115 ton, “Nilai investasi satu unit kapal sekitar US$ 20-25 juta,”kata Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk, Loa Siong Bun di Jakarta kemarin.

Dia menuturkan, nantinya satu unit kapal baru yang sudah dipesan akan diterima pada bulan Agustus atau September. Sementara sisanya, satu unit lagi akan diterima akhir tahun ini juga. Kapal yang dibeli merupakan kapal yang jarang dimiliki perusahaan serupa di Indonesia.

Kata Loa Siong Bun, sumber pendanaan pembelian dua unit kapal tersebut didapatkan dari pinjaman bank sebesar 80% dan 20%nya dari dana hasil IPO perseroan pada Desember 2012. Perseroan sendiri belum bisa menjelaskan soal belanja modal tahun ini karena bisnis tergantung pada penyewaan kapal.

Sementara Direktur perseoan Sean Latip menuturkan, hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) menyetujui untuk tidak membagikan dividen karena seluruh laba bersih yang didapat untuk pengembangan usaha seperti penambahan beberapa unit kapal di tahun ini dan tahun depan, “Proyeksi pendapatan usaha kita harapkan di double digit, namun tidak bisa diungkapkan berapa pastinya,”ujarnya.

Chief Financial perseroan, Peter Kusuma menambahkan, serapan dana hasil IPO sebesar Rp 138 miliar. Disebutkan, dari jumlah tersebut dipotong emisi Rp 6,168 miliar lalu sebesar Rp 67 miliar untuk membayar comfortible bonds.

Kemudian sisanya sekitar 64,832 miliar digunakan untuk penambahan armada dan sudah di DP sebanyak 20% untuk armada tersebut. Sisanya saat ini Rp 30,832 miliar. Saat ini kontribusi pendapatan terbesar didapat dari penyewaan untuk mengangkut batubara, namun kedepan perseroan akan fokus di pengangkutan minyak dan gas bumi (migas). Dengan total pendapatan sebesar US$ 34,314 juta,”Sewa tunda US$ 22,99 juta dan Tongkang US$ 11,32 juta, “Jumlah ini naik 111% dari tahun sebelumnya sebesar US$ 18,024 juta. Peningkatan ini didapat dari penambahan armada di tahun 2012 yaitu 1 kapal AHTS, 4 kapal Tunda dan 7 kapal Tongkang,”jelasnya.

Tahun 2011 lalu, perseroan melakukan penambahan sebanyak dua unit AHTS, satu tongkang bermesin dan 17 set kapal Tunda dan Tongkang. Laba kotor naik dari tahun 2011 sebesar US$ 6,42 juta menjadi US$ 16,15 juta. Beban langsung pada 2012 sebesar US$ 18,16 juta dengan 3 kontributor terbesar yaitu depresiasi 43%, bahan bakar dan oli 17% serta gaji dan upah awak sebesar 15%. Total aset perusahaan pada 2012 sebanyak USD 139,97 juta, naik dari tahun sebelumnya US$ 29,47 juta. (nurul)

BERITA TERKAIT

Produk Sandimas Penuhi Kualifikasi Standar Nasional Indonesia

Produk Sandimas Penuhi Kualifikasi Standar Nasional Indonesia NERACA Jakarta - Perusahaan penyedia bahan bangunan terbesar di Indonesia, Sandimas, menyatakan bahwa…

Ekonomi Nasional Tetap Optimis - TEROR BOM:

Pemerintah akan terus menjaga kepercayaan investor dari dampak aksi teror bom yang terjadi di Surabaya agar momentum pertumbuhan ekonomi tidak…

Ekspor Batik Nasional Tembus Pasar Jepang Hingga Eropa

  NERACA Jakarta – Industri batik Indonesia dinilai telah menguasai pasar dunia sehingga mampu menjadi penggerak bagi perekonomian nasional. Hal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

GMF Bukukan Laba Bersih US$ 7,4 Juta

Pada kuartal pertama 2018, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membukukan pendapatan operasional senilai US$115,9 juta. Perolehan tersebut…

Investor di Bali Targetkan Tumbuh Merata

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Denpasar menyasar pertumbuhan merata jumlah investor saham di Bali untuk mendorong tingkat literasi dan inklusi…

Sepekan Nilai Kapitalisasi Pasar Turun 2,68%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan kemarin mengalami koreksi 2,91% menjadi 5.783,31 poin dari 5.956,83 poin…