Toba Bara Akuisisi Perusahaan Rp11,25 Miliar

NERACA

Jakarta- PT Toba Bara Sejahtra Tbk merealisasikan akuisisi perusahaan atas saham PT Perkebunan Kaltim Utama I senilai Rp11,25 miliar. Aksi korporasi ini seiring penandatanganan jual beli saham antara perseroan dengan PT Perkebunan Kaltim Utama I melalui PT Karya Generasi perdana.

Informasi ini disampaikan Direktur PT Toba Bara Sejahtra Tbk, Arthur Simatupang di Jakarta, akhir pekan kemarin. Disebutkan, perseroan telah menandatangani jual saham tersebut pada 19 Juni 2013. Perseroan membeli 11.250 saham dalam PT Perkebunan Kaltim Utama I dari PT Karya Generasi Perdana yang merupakan 90% saham yang telah dikeluarkan oleh PT Perkebunan Kaltim Utama I.

Dalam agenda bisnis tahun ini, manajemen perseroan mengaku akan tetap fokus untuk meningkatkan profitabilitas serta mengelola cash cost. Salah satunya, menyelesaikan pembangunan jalan angkut (coal hauling) dari PT Trisensa Mineral Utama ke PT Indomining melalui PT Adimitra Baratama Nusantara.

Hal tersebut dimaksudkan untuk memaksimalkan penggunaan infrastruktur secara bersama-sama seperti fasilitas pengelolaan (coal processing plant) dan jetty yang sudah dimiliki Indomining atau ABN.

Sejauh ini perseroan tercatat mengoperasikan tambang batu bara melalui tiga anak usahanya, yaitu PT Adimitra Baratama Nusantara, PT Trisensa Mineral Utama, dan PT Toba Bumi Energi (TBE). Selain itu, perseroan juga mempunyai kepemilikan tidak langsung melalui TBE di PT Indomining.

Belanja Modal

Untuk meningkatkan kinerja tahun ini, perseroan menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$27 juta yang bersumber dari kas internal perseroan. Perseroan akan menggunakan seluruh dana tersebut untuk mendukung pengembangan operasional seluruh unit usahanya tersebut.“Belanja modal sekitar US$27 juta akan digunakan untuk membangun jalan angkut PT Trisensa Mineral Utama, perbaikan conveyor di PT Adimitra Baratama Nusantara, dan pembangunan coal processing plant yang baru di PT Indomining,” jelas Sekretaris Perusahaan Toba Bara Sejahtra Tbk Perry B. Slangor.

Ditargetkan, produksi batu bara secara konsolidasian perseroan pada tahun ini sebesar 5,8–6,4 juta ton dengan asumsi harga index Newcastle batu bara sekitar US$90 per ton. Sementara pada tahun 2012, perseroan mencatat berhasil mencapai target produksi yang telah disesuaikan dengan mine plan terakhir, yaitu sekitar 5,5 juta ton.

Untuk informasi, hingga kuartal pertama 2013, perseroan mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 37,90% atau menjadi US$3,21 juta dari periode sama tahun sebelumnya US$5,10 juta. Penjualan perseroan juga tercatat mengalami penurunan 2,68% atau menjadi US$94,94 juta dari periode sama tahun sebelumnya US$97,56 juta.

Beban pokok penjualan naik menjadi US$80,55 juta dari periode sama tahun sebelumnya US$76,48 juta. Laba bruto perseroan turun menjadi US$14,38 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya US$21,07 juta. Begitupun dengan laba operasi perseroan, turun menjadi US$7,74 juta dari periode sama tahun sebelumnya US$15 juta. Laba bersih per saham dasar menjadi 0,002 pada kuartal pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya sebesar 0,003. (lia)

BERITA TERKAIT

Perusahaan Diminta Prioritaskan Penerimaan Karyawan Warga Tangerang

Perusahaan Diminta Prioritaskan Penerimaan Karyawan Warga Tangerang NERACA Tangerang - Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dadi Budaeri meminta kepada HRD perusahaan…

Pengguna Internet 93,4 Juta, Bisnis Online RI Tembus US$12 Miliar - Perdagangan Daring

NERACA Jakarta – Nilai bisnis online di Indonesia mencapai US$12 miliar seiring dengan tingginya pengguna internet yang tercatat 93,4 juta…

Provident Agro Bagi Dividen Rp 260 Miliar

NERACA Jakarta - Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Provident Agro Tbk (PALM) menyetujui usulan manajemen untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Intiland Bukukan Pendapatan Usaha Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil membukukan pendapatan usaha di semester pertama 2018 sebesar Rp1,8…

Adi Sarana Armada Beli 2.900 Armada Baru

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terus melakukan peremajaan armada. Dimana…

Pabrik Baru di Sumatera Selatan - Arwana Komersialkan Paruh Kedua di 2019

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan kapasitas produksi, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mulai menggelontorkan investasi untuk pembangunan pabrik baru perseroan…