Wintermar Buyback 190 Juta Saham - Jaga Stabilitas Harga Saham

NERACA

Jakarta –Guna memperkuat likuiditas dan menjaga stabilitas saham, PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham yang beredar di publik sebanyak 190 juta saham atau 5,2% dari modal perusahaan.

Direktur Keuangan WINS, Nely Lay mengatakan, perseroan telah menyiapkan dana sebesar US$ 10,5 juta untuk rencana buyback tersebut. Proses ini sendiri memiliki jangka waktu selama 18 bulan mulai tanggal eksekusi buyback, “Dengan langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pergerakan saham kami di pasar, selain itu langkah ini juga salah satu opsi kami dalam melakukan pembayaran utang obligasi kami,\" katanya di Jakarta, Kamis (20/6).

Lebih lanjut, menurutnya perseroan tahun lalu memperoleh dana dari penerbitan obligasinya yang dibeli oleh International Finance Corporation (IFC). Obligasi tersebut bernilai US$55 juta dan memiliki tenor tiga tahun. Nantinya, dana tersebut sebesar US$ 10 juta merupakan tagihan yang bisa dikonversi ke saham (convertible bond).

Nely menambahkan, pihaknya memiliki rencana untuk melakukan aksi buyback jika harga sahamnya tidak melebihi Rp500, karena level tersebut dianggap level yang paling menguntungkan.

Selain itu, hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) juga menyetujui untuk membagikan dividen kas dan dividen saham sejumlah US$3,937 juta atau 19,5% dari laba bersih perseroan 2012 sebesar US$20,2 juta.

Managing Director PT Wintermar Offshore Marine Tbk, Sugiman Layanto mengatakan, perusahaan akan membagikan sejumlah US$3,149 juta sebagai dividen saham pada rasio 2 saham baru untuk setiap 125 saham yang di milki pemegang saham, “Perusahaan juga mengumumkan dividen kas sebesar Rp2,16 per saham uang akan digunakan untuk melunasi utang pajak pemegang saham apabila ada. Jadwal waktunya sesuai ketentuan yang berlaku,\" ujarnya.

Menurut Sugiman, pembagian dividen melalui dividen sajam pada tahun ini untuk mempertahankan kebijakan perusahaan untuk mendistribusikan sampai dengan 20% dari laba setiap tahun kepada pemegang saham. Sementara sebagian laba bersih juga untuk cadangan sebesar US$100 ribu untuk mendukung pengembangan dan ekspansi perseroan.

Pada 2012, PT Wintermar Offshore Marine mencatat laba bersih sebesar US$20,2 juta atau meningkat 23% dari perolehan tahun sebelumnya. Sedangkan EBITDA tumbuh 27% menjadi US$40,4 juta.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito pernah bilang, saham-saham perusahaan pelayaran memiliki prospek yang cerah pada 2013. Alasnnya, pasar industri pelayaran cukup besar untuk menampung limpahan pengguna angkutan darat dan udara.\"Banyak komoditas yang tidak mungkin dibawa lewat jalan darat atau udara,”ujarnya.

Ito mengatakan, cerahnya prospek saham perusahaan pelayaran menjadi kelanjutan dari kinerja positif sektor transportasi, khususnya angkutan berat, pada 2012. Apalagi saat ini banyak perusahaan yang memiliki area kerja di perairan. Namun, untuk menjaga stabilitas performa di lantai bursa, dia mengingatkan agar emiten jasa pelayaran mengelola kinerja keuangan. Kondisi ini berbeda dibandingkan dengan beberapa tahun lalu ketika kredit perbankan masih seret. (nurul)

BERITA TERKAIT

Pemerintah Jamin Harga Premium dan Solar Tak Naik - Harga Minyak Dunia Naik

  NERACA   Jakarta - Meskipun harga minyak dunia, termasuk harga minyak mentah atau Indonesia Crude Price (ICP) menunjukkan kecenderung…

GMF Bukukan Laba Bersih US$ 7,4 Juta

Pada kuartal pertama 2018, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membukukan pendapatan operasional senilai US$115,9 juta. Perolehan tersebut…

ACES Bagikan Dividen Rp 22,81 Per Saham

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) memutuskan untuk membagikan dividen dengan payout…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mobil88 Targetkan Penjualan Tumbuh 15%

Jelang musim mudik Lebaran, tren penjualan mobil bekas kembali meningkat. Hal itu bahkan sudah terlihat sejak sebelum datangnya bulan Ramadan,…

Sritex Bagikan Total Dividen Rp 163,6 Miliar

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)  atau Sritex memutuskan untuk…

Bidik Pasar Ekspor Ke Jepang - Trias Join Venture Perusahaan Jepang

NERACA Sidoarjo – Ditengah terkoreksinya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, PT Trias Sentosa Tbk (TRST), perusahaan yang produksi packaging…