Keramika Indonesia Raup Laba Rp 33 Miliar - Kinerja Kuartal Pertama

NERACA

Jakarta – PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk (KIA), produsen utama ubin keramik mencatatkan kinerja yang cukup memuaskan dengan perolehan laba bersih pada kuartal I tahun ini sebesar Rp 33 miliar atau naik hampir 700% dari tahun sebelumnya di periode yang sama, “Kuartal I tahun 2012 kita hanya dapat laba bersih Rp 4 miliar, periode di tahun ini bisa naik hampir 7 kali lipat,”kata Direktur Operasional KIA, Handoko Warih dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (20/6).

Dia juga mengatakan bahwa tahun ini KIA mengawalinya dengan hasil yang mengesankan. “Peningkatan volume penjualan dan penyesuaian harga dari produk bernilai tinggi menghasilkan pertumbuhan penjualan sebesar 22% dan pendapatan sebesar Rp 227,1 miliar”, ujar dia.

Kenaikan EBT yang signifikan tersebut didukung oleh peningkatan penjualan, efisiensi pengelolaan biaya dan penurunan kerugian transaksi mata uang asing. Terhitung per 31 Maret 2013, perseroan mencatatkan total aset hampir Rp 2,17 miliar.

Perseroan juga optimis dapat terus mempertahankan pertumbuhan produktif dengan fokus pada penelitian dan pengembangan serta peningkatan teknologi produksi sekaligus implementasi praktekterbaik umtuk menghasilkan produk berkualitas kepada pelanggannya.

Handoko juga menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan industri konstruksi dan komitmen pemerintah untuk fokus dalam pengembangan infrastruktur Indonesia menjadi kesempatan emas bagi perseroan untuk mencapai pertumbuhan penjualan sebesar 19% hingga akhir tahun.

Sama dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, dia memproyeksikan bahwa industri keramik akan tumbuh dikisaran 15-20%. KIA merupakan anak usaha dari KIA Group dan SCG. KIA merupakan salah satu produsen keramik di Indonesia yang berdiri sejak 1968. Sahamnya terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1994. Produk yang dihasilkan adalah keramik, lantai, dinding dan juga genteng. Pabrik yang dimiliki ada 3 yang berlokasi di Cileungsi, Karawang dan Gresik.

Sementara SCG memiliki 5 bisnis utama yaitu SCG Chemicals, SCG Paper, SCG Cement-Building Materials dengan lebih dari 200 perusahaan. SCG memproduksi dan mendistribusikan produk dan jasa inovatif yang memenuhi kebutuhan konsumen. Memulai usaha di tahun 1995 dan telah mengembangkan investasinya ke jenis usaha pipa PVC, lantai keramik, dan joint venture dengan rekan dalam usaha bahan bangunan. (nurul)

BERITA TERKAIT

DPR Apresiasi Kinerja Pengembangan Budidaya Laut Oleh KKP

NERACA Batam - Komisi IV DPR RI menyampaikan apresiasinya atas kinerja pengembangan budidaya laut oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)…

Laba Bank Sampoerna Melonjak 78%

      NERACA   Jakarta - Bank Sampoerna mencatat laba bersih sebesar Rp 52,3 miliar pada kuartal III 2018.…

Innosimulation Bidik Kontrak Rp 200 Miliar - Mengandalkan Sektor Militer

NERACA Jakarta – Besarnya peluang pasar bisnis teknologi simulator, baik untuk kebutuhan militer, pendidikan dan hiburan, mendorong PT Innosimulation Technology…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BSDE Serap Belanja Modal Rp 2,4 Triliun

NERACA Jakarta - Selain penjualan tumbuh 12% di kuartal tiga 2018, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga mengungkapkan telah…

Laba Bersih Tower Bersama Turun 4,10%

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencetak laba bersih yang didistrisbusikan kepada entitas induk di kuartal III 2018 sebesar Rp…

PGN Bukukan Untung Rp 3,21 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2018, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) membukukan pertumbuhan laba melesat tajam 122,79%. Dimana…