Supra Boga Naikkan Harga Hingga 10% - Dampak Kenaikan BBM

NERACA

Jakarta – Mengantisipasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, perusahaan ritel PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) akan menaikkan harga dari produk-produknya hingga 10% sampai akhir tahun ini.

Direktur Utama Supra Boga, Nugroho Setiadharma mengatakan, keputusan kenaikan harga jual dilakukan mengantisipasi dari kenaikan BBM, “Sekarang sudah naik harga-harga, mereka sudah tahu ini harga BBM akan naik. Karena itu, kita proyeksikan inflasi tinggi dan perkiraan kenaikan harga sampai 10% sampai akhir tahun,\" katanya di Jakarta, Kamis (20/6).

Diawal tahun ini, perseroan sudah menaikkan harga jual produknya sebesar 8%. Dimana kenaikan pada umumnya terjadi pada produk manufaktur dan consumer goods. Perseroan mengakui, kenaikan harga BBM, listrik dan gas telah membuat perseroan harus menyesuaikan harga.\"Tahun ini beratnya UMR naiknya 40%, BBM 15%, gas 15% berat biayanya,\" kata dia.

Selain itu, hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) juga menyetujui untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp 5,475 miliar atau Rp 3,5 per saham. Sepanjang tahun 2012, perseroah berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 1,077 triliun atau naik 21% dari tahun sebelumnya.

Menurut Nugroho, kenaikan pendapatan bersih itu merupakan kontribusi dari kenaikan jumlah transaksi, basket size dan pembukaan tiga toko baru di tahun 2012. Kenaikan pendapatan juga diikuti kenaikan laba bersih yang meningkat sebesar 66,6% menjadi Rp 36,5 miliar dengan marjin laba bersih naik dari 2,5% menjadi 3,4%. Sampai saat ini, perseroan telah memiliki 18 toko yang terdiri dari 10 Ranch Market dan 8 Farmers Market.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 80 miliar. Selain untuk membangun gerai baru, dana itu juga akan digunakan memperkuat sistem teknologi informasi. Diharapkan, dengan bertambahnya jumlah gerai, Supra Boga membidik penjualan sebesar Rp 1,2 triliun di tahun 2013. Penjualan itu lebih tinggi 23,7% ketimbang target penjualan tahun lalu, senilai Rp 970 miliar. Sedangkan laba bersih ditargetkan mencapai Rp 48 miliar. (bani)

Related posts