Mega Luncurkan Logo Baru - Investasi Rp100 Miliar

NERACA

Jakarta - Direktur Utama PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib mengatakan, untuk mencapai target bisnis, perseroan telah meluncurkan perubahan logo baru yang nantinya akan dipasang di seluruh kantor cabang di Indonesia. Untuk investasi perubahan logo ini Bank Mega mengucurkan dana investasi sebesar Rp100 miliar untuk 343 cabang di seluruh Indonesia. “Investasi ini akan dilakukan secara bertahap. Jika sampai selesai itu jumlahnya Rp100 miliar,” kata Kostaman di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan, logo baru Bank Mega desainnya terdiri dari huruf \"M\" yang dipadu warna kuning oranye dan abu-abu. Dia mengatakan, simbol \"M\" ini merupakan singkatan dari Bank Mega. Sedangkan warna kuning menggambarkan kecerdasan dan harapan. Warna abu-abu menggambarkan proses dan sistem canggih, serta warna oranye menggambarkan semangat dan optimisme. “Dari filosofi logo ini diharapkan Bank Mega dapat memberikan solusi keuangan lengkap bagi nasabah,” terangnya.

Setelah perubahan logo ini, Bank Mega akan melakukan perubahan pada formulir-formulir lama dengan melakukan pembaharuan logo di seluruh kantor cabangnya, hal ini agar logo baru bisa dinikmati oleh nasabah. \"Tahun ini kita pondasi dulu agar dalam ke depannya lebih kokoh lagi, yang penting pondasi kuat, semangat kerja yang besar, kami harapkan setengah tahun sudah berkembang sesuai arahan,\" tutur Kostaman.

Sementara itu, sebagai salah satu upaya untuk mencapai pertumbuhan yang berimbang, Bank Mega mulai melakukan perombakan pada struktur organisasinya. Di struktur baru ini Bank Mega memiliki Direktur, kepala divisi, pemimpin wilayah serta kepala cabang yang fokus hanya pada satu bidang saja, misalnya untuk direktorat funding, lending, UKM, kartu kredit dan juga operaisonal. “Diharapkan masing-masing cabang akan lebih fokus, karena kita akan promosikan wakil-wakil kacab untuk jadi kacab di masing-masing bidang agar bisa lebih fokus dan menjadi supertim,” tandasnya. ]Kostaman menuturkan bahwa selama ini, struktur lebih ke general manager, di mana satu kepala cabang (kacab) menangani semuanya. Dia menjelaskan cukup sulit mencari sumberdaya manusia (SDM) yang bisa mengatur semuanya. [sylke]

Related posts