Perkembangan Teknologi Kaca Film

Kaca film di mobil rasanya sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kendaraan. Apalagi bagi masyarakat Jakarta, Terik matahari terkadang tak mampu dihalau dan seringkali mengganggu pengelihatan pengemudi. Akibatnya, kecelakaan pun tak dapat dihindari.

Terlepas dari semua itu, kaca film mobil sebenarnya muncul dari kebutuhan gedung-gedung bertingat di awal 1950-an. Saat itu gedung-gedung tinggi sudah mulai mengganti dindingnya dengan kaca. Karena akan lebih hemat energi. Maklum, itu semua akan membuat lampu-lampu tak diperlukan ketika siang hari.

Disatu sisi rasa panas yang diakibatkan pun tak dapat dihindari, sampai akhirnya diciptakan kaca film. Itu, adalah kaca film generasi pertama. Kaca film tersebut hanya dibuat dengan mencelupkan ke bahan pewarna tanpa ada material yang mampu menahan panas. Jadi meski sudah gelap, panasnya tetap saja terasa.

Kemudian, muncul generasi kaca film kedua yang telah menggunakan polyester dilapisi logam alumunium. Namun karena masih terbatas pada alumunium dan evaporasi membutuhkan pemanasan yang membuat polyester memuai maka teknologi ini lama-lama ditinggalkan, dan beralih ke yang lainnya.

Karena itu, generasi ketiga hadir untuk megatasi kekurangan-kekurangan itu. Kali ini dirancang agar tidak menghasilkan panas berlebih. Solusinya dengan sputtering, sputtering sendiri adalah penembakan ion-ion metal ke lapisan polyester sebagai bahan dasar kaca film. Kali ini performa kaca film sudah baik karena menggunakan metal sebagai media penangkal panas.

Lalu muncul generasi keempat dengan disertai teknologi yang lebih canggih lagi. Kalau yang generasi tiga hanya satu lapis, generasi empat ada banyak lapisannya. Atau disebut dengan teknologi Multi-Layer Metal Sputtring.

Karena teknologi generasi paling baru atau generasi kelima justru kembali menggunakan senyawa kimia dan bahan pewarna seperti teknologi terdahulu. Hasilnya dinilai tidak lebih baik dari kaca film generasi ketiga yang sudah menggunakan metal, karena metal memiliki sifat dasar yang sangat tahan lama bila dibandingkan dengan senyawa kimia. Selain itu kemampuanya menangkal panas juga lebih baik.

Kini, perkembangan kaca film meningkat dengan pesat dan jauh lebih efisien dalam mengontrol effek dari sinar matahari. Kaca film dapat menolakkan panas sampai dengan 97% infrared pada tipe tertentu, dibandingkan dengan kaca yang tidak menggunakan pelapis kaca film.

Bahkan, pada saat cuaca buruk, gempa bumi, ledakan, perusakan atau kecelakaan, kaca yang mudah pecah bisa berbahaya. Kaca film, dapat memberikan perlindungan dengan menyediakan sebuah jaring pengaman yang akan membantu Anda untuk merasa lebih aman.

Kaca film juga dapat meningkatan penampilan bagian kendaraan Anda. Tentunya kendaraan Anda akan lebih terlihat prestisius dengan tampilan kaca film. Sementara bagi bangunan Anda juga demikian. Selain itu, kaca fil dapat menyediakan privasi untuk Anda. Karena suasana dalam kendaraan atau rumah Anda tidak mudah dilihat dari luar.

Related posts