Mempertahankan Kampung Betawi

Mempertahankan Kampung Betawi

Kampung Betawi Setu Babakanyang berada di Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan sudah ditetapkan sebagai pusat kebudayaan Budaya Betawi. Pemprov DKI sudah menganggarkan Rp 291 miliar untuk menyulap kampung itu tahun ini.

Proyek Pusat Budaya Betawi (PBB) itu akan meliputi tiga zonam, yaitu zona A seluas 3,2 ha, zona B 0,37 ha, dan zona C 2,5 ha. Zona A dibuat dalam bentuk museum yang akan menyimpan sejarah dan pengenalan budaya Betawi, termasuk di dalamnya model tata graha (bangunan), tata busana (pakaian), tata boga (makanan). Di sana akan dibangun teater dengan kapasitas 1.000 orang.

Zona B dikhususkan sebagai pusat kuliner Betawi dan kuliner Nusantara lainnya yang akan ditempati 250 lapak dan pedagang kaki lima. Sedangkan zona C merupakan kawasan komersial dalam bentuk studio alam, perkampungan mini. Di sana dipertontonkan berbagai bentuk kesenian Betawi, musik, maupun permainan tradisional, sambil menikmati minuman bir pletok. Minuman khas yang tak memabukkan.

Ornamen Betawi

Untuk menghidupkan Jakarta yang bercorak Betawi, Pemprov DKI akan mewajibkan seluruh bangunan pemerintah untuk menambahkan ornamen Betawi. Mulai dari kantor kelurahan, kecamatan, puskesmas, kantor walikota, dinas-dinas. Nantinya, sekolah, rumah sakit, kantor-kantor pemerintah pusat dan swasta juga akan terkena kewajiban yang sama.

Ornamen itu dalam bentuk pagar, gapura/pintu gerbang, pintu dan jendela bangunan, maupun lisplang. “Bamus Betawi memberikan dukung penuh kepada Gubernur. Saya melihat Pak Jokowi serius membangun perkampungan Betawi di Jakarta ini,” kata Ketua Bamus Betawi Nachrowi Ramli. (saksono)

Related posts