Investor Properti Kini Incar Pinggiran Jakarta - Pembangunan Intermark Serpong

Peralihan minat penduduk Jakarta dan luar Jakarta pada kepemilikan apartemen di Ibu Kota menjadi motivasi pengembang untuk memilih yang strategis sebagai lokasi hunian bertingkat. Salah satunya Merdeka Ronov Indonesia sebagai pengembang Intermark melihat kawasan Serpong mempunyai pontensi untuk peralihan masyarakat Jakarta memilih kawasan ini.

Faktor keterbatasan tanah di tengah kota, mahalnya harga tanah, dan kemacetan di Ibu Kota yang terjadi setiap hari memicu gaya hidup tinggal di apartemen semakin diminati.

Proyek Intermark merupakan proyek yang penuh dengan keoptimisan dan standar tinggi. “Saat Grandlaunching bulan maret lalu, apartemen Tuscany Residence langsung terjual hingga 60% dan saat ini telah terjual hingga 80%. Ini membuktikan bahwa unit Intermark memang diminati oleh masyarakat baik sebagai hunian maupun sebagai investasi. Melalui acara Groundbreaking ini, kami berkomitmen agar kami bisa merealisasikan harapan tinggi masyarakat terhadap Intermark,” tuturnya Direktur Utama Merdeka Ronov Indonesia, Ronaldo Maukar.

Intermark akan dibangun di atas lahan seluas 11.000 M2, dialokasikan untuk menara apartemen Tuscany Residence, Swiss Belhotel Serpong-South Tangerang, Perkantoran Associate Tower, Merdeka Assembly Hall yang berkapasitas 1000 orang, Alfresco Dining dan area komersial.

Salah satu permata yang paling cemerlang dari proyek Intermark adalah gedung perkantoran Associate Tower. Menara perkantoran desain arsitektur modern kontemporer ini terdiri dari sembilan belas lantai yang akan di kelola PT Colliers Internasional yang telah memiliki pengalaman internasional selama lebih dari tiga puluh tujuh tahun.

Associate Tower ini akan didukung oleh Merdeka Assembly Hall yang berkapasitas 1000 orang dan hotel bintang empat yang dikelola oleh Swiss-belhotel. Hotel ini kelak akan menampung permintaan hunian hotel yang pasti terdongkrak oleh berbagai kegiatan bisnis dan konferensi para tenant Associate Tower.

Swiss-belhotel yang memiliki jumlah total 104 unit, ditawarkan sebanyak 60 unit kepada investor sebagai sarana investasi yang menarik. Unit kondotel ini akan dibandrol seharga Rp 750 juta sampai 1,2 Milyar untuk tipe Grand Deluxe dengan garasi keuntungan dari pengembang sebesar 18% selama dua tahun pertama dan diproyeksikan akan terus meningkat di tahun-tahun operasional berikutnya.

Sedangkan aprtemen Tuscany Residence yang ditawarkan memiliki unit seluas berkisar antara 28 M2 hingga 53M2 dengan harga antara Rp 490 juta hingga Rp 900 juta dan unit executive suites dengan harga berkisaran antara 1.0-2.8 Milyar/unit.

Rencananya, intermark akan selesai dibangun pada pertengahan yahun 2015. Dengan dukungan komitmen penuh dari Merdeka Ronov Indonesia, Swiss Belhotel dan Colliers Internasional serta lokasinya yang sangat strategis, intermark diharapkan dapat menjadi proyek properti paling menggiurkan di Serpong yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Tangerang Selatan.

Related posts