Dua Kementerian Sosialisasi Kenaikan BBM kepada Perempuan

NERACA

Jakarta - Kementerian Keuangan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, melakukan sosialisasi kebijakan kenaikan harga BBM Bersubsidi beserta kompensasinya, kepada para pimpinan organisasi perempuan di tingkat pusat. Dalam acara yang berlangsung di Gedung Bea dan Cukai, Jakarta, Rabu (19/6), hadir Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar.

Melalui acara tersebut, selain dilakukan pemaparan oleh Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati, juga dibagikan tiga buku dari tim sosialisasi kenaikan BBM dalam bentuk cerita bergambar dan penjelasannya, kepada para peserta yang hadir. Menurut Linda, dalam buku yang dibagikan tersebut, pemerintah memberikan penjelasan terkait alasan kenaikan harga BBM bersubsidi dan kompensasi yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu.

\"Tim sosialisasi kenaikan BBM ini menerbitkan buku sosialisasi, dengan judul bersama-sama menyelamatkan uang rakyat,\" ujarnya. Buku cerita bergambar (komik) ini merupakan hasil karya Tim Sosialisasi Penyesuaian Subsidi BBM yang dikeluarkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. Sedangkan, Anny dalam pemaparannya menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi harus dilakukan untuk menghemat belanja subsidi, agar alokasinya tepat sasaran dan menghindarkan upaya penyelundupan.

\"Kalau harga murah kita cenderung tidak berhemat, terjadi penyelundupan, atau menjual dengan harga mahal di tempat lain sehingga menambah subsidi dan menambah impor minyak,\" ujarnya. Sebelumnya, pada Senin (17/6), rapat paripurna DPR menyetujui disahkannya UU APBN-Perubahan 2012 yang didalamnya tercantum pemberian kompensasi bagi masyarakat miskin, yang terdampak kenaikan harga BBM bersubsidi. Dengan demikian, kewenangan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi semakin besar. Namun hal tersebut masih menunggu proses administrasi sesuai penetapan UU APBN-Perubahan. Menurut rencana, pemerintah akan menyesuaikan harga BBM Bersubsidi jenis premium sebesar Rp2.000 per liter dan solar sebesar Rp1.000 per liter. [ardi]

BERITA TERKAIT

Batalnya Kenaikan Premium Supaya Ekonomi Tetap Stabil

Oleh : Hugo, Pemerhati Ekonomi Politik     Kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan masyarakat luas tentu akan mendapatkan perhatian lebih…

Polemik Harga BBM

  Oleh:  Sih Pambudhi Peneliti Intern Indef Pembatalan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium kurang dari satu…

Peluncuran Buku Revolusi Senyap untuk Para Ibu Tangguh - Entaskan Kemiskinan Lewat Kepercayaan dan Pemberdayaan Kepada Ibu-ibu

Peluncuran Buku Revolusi Senyap untuk Para Ibu Tangguh Entaskan Kemiskinan Lewat Kepercayaan dan Pemberdayaan Kepada Ibu-ibu NERACA Jakarta – Penerbit…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

13 Tol dengan Panjang 468 Kilometer Segera Beroperasi

      NERACA   Jakarta - Sebanyak 13 ruas jalan tol baru dengan total panjang mencapai 468,1 kilometer ditargetkan…

Target Swasembada Pangan Tak Didukung Lahan

      NERACA   Jakarta - Target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah sulit untuk dicapai. Salah satu penyebabnya adalah…

LPDB KUMKM Siapkan Rp300 Miliar - Kembangkan Sektor Unggulan Jatim

      NERACA   Surabaya - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM bekerjasama dengan Bank Jatim akan mengembangkan sektor-sektor…