Mustika Ratu Bangun Bisnis Kawasan Industri - Telan Dana Investasi Rp 105,8 Miliar

NERACA

Jakarta – Perusahan kosmetik, PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) rencanakan pembangunan kawasan industri di atas lahan seluas 10,9 hektar di daerah cibitung, Jawa Barat dengan nilai investasi Rp 105,8 miliar. Sebelumnya perseroan rencanakan lahan tersebut untuk perluasan pabrik.

Presiden Direktur Mustika Ratu, Putri K Wardhani mengakui, memang ada rencana mengalih fungsikan tanah yang sebelumnya akan dibangun pabrik dalam rangka perluasan untuk menjadikannya kawasan industri, “Keputusan ini diambil setelah terjadi kenaikan upah minimum perusahaan (UMP). Perseroan menilai pabrik yang sudah ada telah mencukupi kapasitas produksi yang dibutuhkan,”katanya di Jakarta, Rabu (19/6).

Dia menuturkan, rencana pembangunan kasawan industri tersebut masih dalam tahap

design dan setelah itu pemilihan kontraktor. Diharapkan awal tahun depan sudah mulai pembangunan. Disebutkan, nilai investasi untuk membangun kawasan tersebut diperkirakan sebesar Rp 105,8 miliar dengan komposisi konstruksi gudang Rp 46,6 miliar, ruko Rp 30,2 miliar, dan apartemen Rp 29 miliar.

Sementara sumber pendanaannya berasal dari pinjaman bank dan kas internal perusahaan. Nantinya diharapkan saat konstruksi tengah berjalan 30%, kawasan tersebut sudah terjual semua dan dalam 9 bulan sudah turn on investment. “Diakhir atau di awal 2014 pendapatan dapat meningkat. Dari modal kita sebesar Rp 105 miliar untuk konstruksi, dan Rp 70 miliar untuk tanah, kita harap dari hasil penjualan keseluruhan dapat mencapai Rp 400 miliar,”ujarnya.

Belanja Modal

Tahun ini, perseroan telah menganggarkan belanja modal sebesar Rp 323,4 miliar atau meningkat 10% dari belanja modal atau capex tahun lalu. Secara keseluruhan, capex akan dipergunakan untuk pengembangan bisnis perusahaan.

Kata Putri K Wardhani, pendanaan capex perseroan tahun ini berasal dari pendanaan pihak ketiga atau pinjaman bank dan dana kas internal, “Kenaikan capex sebesar 10% dibandingkan tahun lalu ini tidak terlalu besar karena perseroan telah banyak melakukan investasi di tahun lalu.Tahun ini investasi akan banyak diserap untuk operasional seperti mobil toko”, jelasnya.

Hingga saat ini, perseroan telah memiliki 197 ribu outlet dari sebelumnya sebanyak 79 ribu outlet. Rencananya tahun ini akan ada penambahan 400 ribu hingga 500 ribu outlet, dan akan membuat suatu sistem distribusi outlet modern dan tradisional disekitar kota penyangga perluasan yang akan dilakukan 6 sampai 7 bulan ke depan.

MRAT juga membagikan dividen sekitar 23% dari laba bersih atau Rp 16,52 per saham kepada para pemegang saham atau sebesar Rp 7,72 miliar. Rencananya, perseroan akan membayarkan dividen kepada para pemegang saham pada tanggal 29 Juni mendatang. Sisa laba bersih sebesar 77% atau Rp 23,6 miliar akan disimpan sebagai laba ditahan perseroan yang akan digunakan untuk memperkuat posisi keuangan perseroan dan sebagai modal kerja perseroan.“Sisanya, sebesar Rp 3,7 miliar akan dicadangkan sebagai cadangan wajib”, tambahnya.

Laba bersih MRAT diketahui mengalami peningkatan dari Rp 27,8 miliar di tahun 2011 menjadi Rp 30,75 miliar pada tahun 2012. Peningkatan juga terjadi pada penjualan bersih perseroan, dari Rp 406,3 miliar di tahun 2011 menjadi Rp 458,1 miliar pada tahun 2012. (nurul)

Related posts