Nilai Transaksi Harian di Bursa Capai Rp6,9 Triliun

NERACA

Jakarta- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis aktivitas perdagangan di pasar modal Indonesia berjalan sangat positif. Pasalnya, likuiditas pasar saham sepanjang tahun ini menunjukkan pertumbuhan yang cemerlang. “Dari awal tahun hingga kini, nilai transaksi harian saham secara rata-rata sebesar Rp6,9 triliun, ini lebih tinggi dari target kita sebesar Rp5,6 triliun. Ini menadakan pasar modal kita sangat positif.” kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito, di Jakarta, Rabu (19/6).

Selain pertumbuhan nilai transaksi harian tersebut, lanjut dia, gairah perdagangan di pasar modal juga dapat dilihat dari pencapaian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mencapai level 5214 sebagai level tertingginya.

Menurutnya, pelemahan IHSG yang terjadi cukup dalam pada akhir Mei hingga awal Juni lebih disebabkan faktor sentimen dibandingkan fundamental. Pihaknya mencatat, secara agregat emiten-emiten yang tercatat di Bursa menunjukkan kinerja yang positif dibanding tahun sebelumnya.

Dia menilai, tidak hanya sentimen The Fed yang akan mengurangi program Quantitative Easing-nya, namun juga sentimen dari dalam negeri terkait perkembangan makro ekonomi Indonesia. Namun, sentimen yang paling dominan terhadap penurunan Indeks, kata dia, yaitu permasalahan dalam negeri, di antaranya terkait perlambatan ekonomi pada kuartal pertama 2013, defisit neraca perdagangan dan neraca pembayaran yang melebar.

Ditambah lagi keterlambatan menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) sehingga subsidi BBM membengkak yang menyebabkan defisit APBN meningkat. “Ini menjadi perhatian investor asing dalam memprediksi keberlanjutan ekonomi Indonesia, termasuk lembaga rating terhadap Indonesia.” ucapnya.

Oleh karena itu, sepanjang pemerintah dapat memperbaiki faktor domestik, pasar modal Indonesia juga akan kembali normal. Diapun menilai kebijakan Bank Indonesia menaikkan BI rate dari 5,75% menjadi 6% akan berpengaruh positif terhadap perkembangan pasar modal ke depan.

Hingga akhir tahun 2012, pihaknya mencatat nilai transaksi harian saham rata-rata sebesar Rp4,53 triliun. Sementara sepanjang 2011 masih berkisar Rp 4,96 triliun. Pada akhir perdagangan tahun 2012 tanggal 28 Desember 2012, IHSG ditutup pada posisi 4.316,69 atau naik sebesar 12,94% dibanding posisi penutupan pada hari perdagangan terakhir tahun 2011 yang berada di posisi 3.821,99.

Nilai kapitalisasi pasar saham pun mengalami peningkatan sebesar 16,67% dengan nilai Rp 4.126,99 triliun di akhir Desember 2012 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 3.537,29 triliun. Perseroan mencatat kenaikan pendapatan usaha sebesar Rp 712,44 miliar di sepanjang tahun 2012. Kenaikan pendapatan juga diikuti naiknya laba persih perseoran sebesar Rp 218,09 miliar di tahun 2012. (lia)

Related posts