Indopoly Buka Pasar Ekspor Ke Amerika - Tingkatkan Penjualan

NERACA

Jakarta – Tahun ini, PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk masih akan tambah modal sekitar US.$. 4,6 juta untuk meningkatkan dan menambah tipe/jenis produksi flexible packing sesuai permintaan pasar internasional.

Presiden Direktur PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk, Henry Halim mengatakan, tahun ini perseroan bidik pasar ekspor ke Amerika, “Kita mulai buka pasar ke Amerika. Hingga saat ini masih ada beberapa negara yang meminta spesifikasi khusus seperti permintaan produsen makanan dari Jepang,”katanya di Jakarta, Rabu (19/6).

Maka untuk memperkuat pasar ekspor, perseroan akan meningkat penambahan modal. Nantinya, sumber pendanaan berasal dari dana kas internal dan akan dipakai untuk membeli paratan canggih yang bersumber dari Jerman guna meningkatkan kwantitas serta jenis produk yang lebih canggih lagi.

Selain itu, hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) menyetujui tambahan modal yang akan digunakan untuk perbaikan mesin baik atas pabrik yang ada di Indonesia dan juga yang di Cina.

Dia juga menjelaskan, sepanjang tahun 2012 perseroan mencatatkan penjualan sebesar US.$ 227 juta atau tumbuh 10% dibandingkan tahun sebelumnya mencapai US.$. 207 juta. Target penjualan tahun ini, dipatok sebesar US.$. 238 juta dan laba kotor sebesar US.$. 38,5 juta serta laba bersih US.$. 7,2 juta.

Kemudian dari laba tersebut, pemegang saham juga menyetujui penggunaannya a.l. dana cadangan sebesar US.$.100.000,- deviden sebesar US.$. 649 ribu dan pendapatan ditahan sebesar US.$. 6,5 juta sedang deviden persaham disepakati sebesar Rp. 1,00,-/ saham.

Henry Halim menegaskan, pihaknya melakukan tambahan investasi adalah sesuai dengan strategi jangka panjang perseroan yang ingin tampil jadi produsen flexible packing terkemuka didunia terutama di kawasan Asia.

Saat ini sedikitnya 150 pelanggan besar flexible packing film dunia sudah dimasuki produk Indonesia diantaranya 28% kebutuhan dari pabrik rokok terbesar dunia (Philips Morris) flexcible Packing filmnya dipasok dari Indonesia. (fb)

BERITA TERKAIT

APEI Berjuang Minta Insentif Diskon Pajak - Tingkatkan Transaksi ETF

NERACA Bandung – Guna meningkatkan transaksi produk Exchange Traded Fund (ETF) di pasar modal, Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) menilai…

BEI Kejar 22 Perusahaan Kakap Untuk IPO - Dongkrak Kapitalisasi Pasar

NERACA Bandung – Masih kecilnya nilai kapitalisasi pasar IPO di tahun 2017 kemarin, memacu PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk…

Minna Padi AM Rilis Pringgondani Saham - Ramaikan Pasar Reksadana di 2018

NERACA Jakarta -  Selain ramai soal aksi korporasi berupa penerbitan saham baru atau rights issue yang bakal dilakukan PT Minna…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sekolah Pasar Modal Gratis di Buka di NTB

NERACA Mataram – Dalam rangka perbanyak investor saham di Nusa Tenggara Barat, kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram menyelenggarakan…

Jakarta Garden City Pasarkan Lifestyle Center “New East”

NERACA Jakarta - PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT Modernland Realty Tbk mulai pasarkan produk properti komersial terbaru…

Investasi Properti di Bali - Tavisamira Janjikan Tiga Tahun Uang Kembali

NERACA Serpong-  PT Anugerah Kasih Satu (AKS), salah satu anak usaha PT Anugerah Kasih Investama (AKI) Group yang sedang mengembangkan…