IHSG Masih Kokoh Lanjutkan Penguatan

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 33,796 poin (0,70%) ke level 4.806,656. Sementara Indeks LQ45 ditutup turun 7,985 poin (0,99%) ke level 795,892. Aksi ambil untung investor kembali menekan pergerakan indeks BEI.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, penurunan IHSG didorong dari aksi pelaku pasar saham yang merealisasikan keuntungan menyusul telah menguatnya saham domestik pada hari sebelumnya, “Aksi ambil untung yang dilakukan pemodal menekan indeks BEI. Aksi ambil untung itu juga dilakukan ditengah aksi tunggu hasil pertemuan \'Federal Open Market Committee\' (FOMC) terkait dengan wacana pengurangan stimulus di AS,”ujarnya di Jakarta, Rabu (19/6).

Selain itu, lanjut dia, pasar saham juga masih menunggu dampak dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM) terhadap inflasi Indonesia yang akan diberlakukan dalam waktu dekat. Meskipun demikian, dirinya masih menyakini indeks BEI Kamis bakal balik arah. Oleh karena itu, dirinya menyakini indeks BEI mampu melanjutkan penguatan dengan level di 4.800-4.875.

Sementara Direktur Utama BEI, Ito Warsito menambahkan, tingkat volatilitas yang tinggi di pasar saham cenderung dipengaruhi oleh sentimen eksternal menyusul antisipasi kebijakan bank sentral AS yakni The Fed dalam program pelonggaran kuantitatif (QE).

Menurutnya, prospek pertumbuhan pasar modal domestik masih memiliki ruang pertumbuhan yang positif seiring dengan ekonomi indonesia yang masih meningkat. Pada perdagangan Rabu kemarin, aksi jual investor tidak hanya dilakukan investor asing. Namun juga diikuti pula investor domestik.

Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 806 miliar di seluruh pasar. Hanya satu sektor industri yang masih menguat, yaitu sektor perdagangan. Sembilan sektor memerah terkena aksi ambil untung, sektor aneka industri melemah paling dalam.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 171.526 kali pada volume 11,454 miliar lembar saham senilai Rp 9,101 triliun. Sebanyak 87 saham naik, sisanya 168 saham turun, dan 92 saham stagnan. Nilai dan volume transaksi di lantai bursa sedikit menanjak berkat aksi tutup sendiri saham PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) di pasar negosiasi senilai Rp 2,1 triliun. Transaksi itu dilakukan broker UBS Securities (AK).

Jelang berakhirnya pertemuan The Federal Reserve pelaku pasar regional mengantisipasi dengan melepas saham. Hanya bursa Jepang yang naik tinggi merespons melemahnya nilai tukar yen terhadap dolar AS.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 700 ke Rp 17.800, Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 14.000, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 500 ke Rp 6.400, dan Inovisi (INVS) naik Rp 350 ke Rp 6.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.500 ke Rp 8.000, Mayora (MYOR) turun Rp 1.100 ke Rp 31.700, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 50.550, dan Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 29.000.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup juga ditutup melemah 13,320 poin (0,28%) ke level 4.827,132. Sementara Indeks LQ45 melemah 2,625 poin (0,33%) ke level 801,252. Aksi ambil untung menekan IHSG sehingga sempat jatuh hingga posisi terendahnya hari ini di level 4.816,962. Aksi ambil untung dilakukan oleh investor asing.

Tujuh sektor melemah akibat aksi ambil untung. Hanya tiga sektor yang masih menguat, yaitu sektor konsumer, infrastruktur dan perdagangan. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 98.373 kali pada volume 7,971 miliar lembar saham senilai Rp 4,865 triliun. Sebanyak 92 saham naik, sisanya 132 saham turun, dan 97 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Ultra Jaya (ULTJ) naik Rp 400 ke Rp 4.525, United Tractor (UNTR) naik Rp 300 ke Rp 17.400, Telkom (TLKM) naik Rp 300 ke Rp 11.150, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 250 ke Rp 12.150.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.500 ke Rp 8.000, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 23.300, Matahari (LPPF) turun Rp 300 ke Rp 11.700, Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 250 ke Rp 8.150.

Sebaliknya, diawal perdagangan indeks BEI dibuka naik 17,31 poin atau 0,36% ke posisi 4.857,77, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,96 poin (0,49%) ke level 807,83. Analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung menambahkan IHSG BEI Rabu bergerak di area positif atau menguat seiring sentimen positif dari bursa regional. Namun demikian, lanjut Benedictus Agung, IHSG BEI yang telah menguat sebesar lima persen dalam sepekan terakhir diperkirakan cukup rawan terhadap aksi ambil untung terutama saham-saham sektor semen, properti, konstruksi.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 121,81 poin (0,57%) ke level 21.104,07, indeks Nikkei-225 naik 270,97 poin (2,08%) ke level 13.278,90, dan Straits Times melemah 3,38 poin (0,10%) ke posisi 3.226,17. (bani)

Related posts