Universitas Harus Cetak Tenaga Profesional dan Berkualitas

Universitas sebaiknya menitik beratkan Kuliah Lapangan sebagai salah satu bentuk implementasi secara sistematis dan sinkronisasi, yakni antara program pendidikan di kampus dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja.

NERACA

Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan melejit pada 2014, telah mencapai level tertinggi dalam satu dasawarsa terakhir. Tak ayal, kondisi ini membuat dunia usaha di Indonesia memiliki prospek yang cukup cerah. Namun, seiring dengan hal tersebut perusahaan-perusahaan terbaik di negeri tengah disulitkan dalam mencari tenaga kerja pemula yang memenuhi kualifikasi.

Ya, problematika ketersediaan tenaga kerja ini disebabkan lantaran minimnya lulusan berkualitas yang dicetak oleh universitas-universitas terbaik di negri ini. Untuk itu, dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, yaitu menghasilkan lulusan sarjana yang profesional dan unggul, peningkatan ketrampilan untuk menerapkan teori yang telah diberikan di kampus dengan praktek pada kondisi sebenarnya di lapangan, kuliah lapangan merupakan suatu keniscayaan .

Kuliah lapangan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa baik itu kegiatan yang dilakukan di masyarakat secara langsung, instansi pemerintan maupun swasta untuk mengimplementasikan ilmu yang telah didapat selama masa pendidikan, dan untuk mengembangkan diri dengan terjun langsung kepada bidang keilmuan sesuai dengan keahliannya.

Sebagaimana dijelaskan oleh Ketua Jurusan Teknik Ekonomi Konstruksi Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta (UBH), Dr Zulherman, ST, MSCE. Menurut dia, dalam mempersiapkan lulusan yang profesional dan siap kerja tidak cukup hanya belajar di ruangan kelas saja. Oleh karena itu, dengan kuliah lapangan, mahasiswa sangat dapat belajar tentang manajemen kerja di lokasi dan mendapat pengalaman luar biasa karena bertemu langsung dengan praktisi dan pengusaha-pengusaha di bidangnya.

“Praktek atau kuliah langsung di lokasi proyek, mahasiswa dapat melihat dan merasakan dengan jelas proses kerja dan mengenal setiap detail kegiatan yang ada di tempat bekerjanya,” kata dia.

Ya, semua universitas harus mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja yang profesional dan berkualitas, Universitas Bung Hatta (UBH) misalnya, mereka menitik beratkan pada praktek atau kunjungan lapangan. Seperti yang tengah dilakukan UBH kepada mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Teknik Ekonomi Konstruksi.

Laris di Dunia Kerja

Para sarjana lulusan Jurusan Teknik Ekonomi Konstruksi selalu laris direkrut perusahaan-perusahaan, sehingga prospek kerja bagi mahasiswa jurusan ini sangat menjanjikan. Bahkan saat para mahasiswa jurusan ini tengah melakukan kuliah kerja praktek mereka sudah dipesan untuk bekerja di perusahaan tempat mereka praktek.

Zulherman menjelaskan, jurusan Teknik Ekonomi Konstruksi atau Quantity Surveying (QS) di UBH adalah satu-satunya di Indonesia. Sehingga kampus yang menitik beratkan pada praktek atau kunjungan lapangan ini harus mempersiapkan lulusan yang profesional dan siap kerja sesuai dengan standar rekrutmen dunia pasar kerja.

Selain itu dalam meningkatkan kualitas lulusan jurusan Teknik Ekonomi Konstruksi, kampus UBH juga terus meningkatkan kualifikasi tenaga pengajar, dan Agustus 2013 mendatang salah seorang dosen QS, Wahyudi P Utama, B.Qs, MT yang tengah mengikuti studi Doktoral di Politechnic of Hongkong.

Beberapa orang dosen QS UBH juga sedang tahap menyelesaikan kuliah Doctor di Universiti Teknik Malaysia. Tenaga pengajar setingkat Profesor dan Doktor dalam ilmu QS juga didatangkan setiap semesternya dari UTM Malaysia dan para mahasiswa QS UBH juga berkesempatan berkunjung ke UTM untuk praktek dan kuliah bersama di kampus negeri jiran itu.

Para sarjana lulusan jurusan ini di universitas yang menyandang nama besar Proklamator \\\\\\\"Bung Hatta\\\\\\\" itu kini telah telah bekerja di berbagai bidang usaha seperti industri konstruksi, perminyakan, pertambangan, perbankan dan juga sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Untuk sarjana lulusan Jurusan Teknik Ekonomi Konstruksi Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UBH yang baru diwisuda April 2013 lalu, kini sudah direkrut untuk bekerja perusahaan-perusahaan nasional.

Perusahaan yang menerima sarjana jurusan ini antara lain seperti PT Kajima Indonesia, PT Reynolds Partnership, PT Acset Indonusa, PT Waskita Karya, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya, PT Total Citra Indonesia, katanya.

“Untuk itu, para lulusan SMA jangan ragu-ragu menentukan pilihan program studi di perguruan tinggi. Pilih jurusan Teknik Ekonomi Konstruksi yang satu-satunya yang hanya ada di UBH Padang,” kata dia.

Related posts