Menikmati Keindahan Bawah Laut Sulteng - Festival Togean 2013

Salah satu daya tarik khusus festival ini adalah atraksi menyelam tradisional oleh suku etnis Bajau. Suku Bajau adalah suku asli yang mendiami pulau-pulau sekitar Togean. Mereka unjuk kebolehan menyelam tanpa alat bantu penyelaman.

NERACA

Pesona Kepulauan Togean akan kian bersinar seiring dilangsungkannya Festival Togean 2013 pada23-26 Juli 2013. Dengan potensi wisata bahari yang memukau, festival ini akan mengekplorasi keindahan alam di darat dan di bawah laut Togean yang berpadu harmonis dengan keindahan budaya masyarakat lokal. Festival Togean pertama kali diadakan tahun 2008 dan tahun ini akan diikuti perwakilan dari seluruh kota dan kabupaten di ProvinsiSulawesi Tengah dan tetangga.

Taman Nasional Kepulauan Togeanadalah sebuah sebuahtaman nasionaldiKepulauan Togeanyang terletak diTeluk Tomini,Sulawesi Tengahyang diresmikan pada tahun2004. Secara administrasi wilayah ini berada di Kabupaten Tojo Una-una.

Kepulauan ini dikenal kaya akan Terumbu Karang dan berbagaiBiota lautyang langka dan dilindungi. Beberapa aksi wisata yang dapat dilakukan di Kepulauan Togean antara lain menyelam dansnorkelling diPulau Kadidiri, memancing ,menjelajah alam hutan yang ada di dalam hutan yang ada diPulau Malenge, serta mengunjungigunung ColodiPulau Una-una. Wisatawan juga bisa mengunjungi pemukiman orang Bajodi Kabalutan.

Dibentuk oleh aktivitas vulkanis, pulau ini ditutupi oleh tumbuh-tumbuhan yang subur dan rimbun, serta dikelilingi oleh formasi bukit karang. Batu karang dan pantai menyediakan tempat bagi beberapa binatang laut untuk tinggal dan berkembang biak, sepertikura-kura hijau.

Terbentang sejauh 90 km di tengah Teluk Tomini,Kepulauan Togeanyang bentangnya berkelok-kelok dan berbukit merupakan keindahan alam penuh warna. Terletak di Kabupaten Tojo Una-una, Kepulauan Togean menawarkan kemegahan wisata bahari yang damai dan memukau.

Kepulauan Togean merupakan ekosistem pulau-pulau kecil yang sangat strategis di Teluk Tomini dan secara sosial ekonomi mendukung wilayah daratan di sekitarnya, terutama dalam pemanfaatan sumberdaya laut. Hal ini akan memberikan dampak baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap terumbu karang yang ada di Kepulauan Togean sehingga perlu dilakukan upaya pengelolaan yang terpadu dan lestari.

Tercatat dan 262 spesies karang yang tergolong kedalam 19 Familia pada 25 titik terumbu karang yang tersebar di Kepulauan Togean. Tercatat pula adanya jenis karang endemik Togean, yaituAccropora togeanensispada 11 titik pengamatan terumbu karang. Enam jenis karang baru juga ditemukan di Kepulauan Togean dan Banggai yaitu masing-masing satu jenis dari genus Acropora, Porites, Leptoseris, Echinophylliadan 2 jenis dari genus Galaxea.

Kepulauan Togean dapat dicapai dari Kota Gorontalo dengan perahu yang beroperasi dua kali seminggu. Dapat pula dicapai melalui jalur darat dari Tana Toraja (Rantepao), Sulawesi Selatan melalui Mangkutana, Pendolo, Tentena dan Poso kemudian ke Ampana. Perjalanan darat memakan waktu sekira 14 jam. Untuk jalur udara, Sriwijaya Air and Lion Air melayani penerbangan reguler dari Jakarta dan Makassar ke Gorontalo. Dari Jakarta ke Palu Anda dapat menggunakan pesawat Lion Air, Sriwijaya Air, dan Garuda Indonesia, dari Bandara Sukarno Hatta Cengkareng menuju Bandara Mutiara di Palu sekitar 3 jam.

Setibanya di Ampana Anda dapat juga langsung datang ke Kantor Balai Taman Nasional Kepulauan Togean di Jalan Poros Uemalingku Atas, Kecamatan Ampana Kota. Di sana Anda dapat bertanya tentang informasi Taman Nasional Kepulauan Togean.

Related posts