Waspada, Banyak Penyakit Infeksi Munculan - Musim Pancaroba

Musim pancaroba memunculkan ancaman banyak penyakit infeksi. Untuk itu, mengetahui langkah preventif salah satu poin penting untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak gampang sakit.

NERACA

Seperti biasa, efek musim pancaroba akan memunculkan penyakit infeksi seperti batuk-pilek, diare, demam berdarah hingga juga gangguan berhubungan dengan pencernaan. Kondisi ini sendiri bisa terjadi dikarenakan efek pancaroba menuntut perubahan suhu dalam tubuh seseorang. Bila tidak bisa menyesuaikan, daya tahan tubuh pun menurun dan akhirnya tumbang.

“Agar setiap orang bisa merawat kesehatannya dengan mengonsumsi makanan yang meningkatkan daya tahan tubuh. Misalnya mengonsumsi air putih dan juga buah dan sayuran yang mengandung vitamin C,” tutur Emilia. E. Achmad, seorang ahli nutrisi dan gizi.

Mengonsumsi air putih yang cukup,definitelymeningkatkan daya tahan tubuh seseorang.Cara yang mudah tapi mempunyai banyak khasiat. Maka, inilah catatan pertama yang harus dilakukan seseorang bila seorang tidak mau jatuh sakit di musim pancaroba, tuturnya.

Setelah minum air putih cukup, sambung Emil, konsumsilah buah dan sayuran dalam menu harian Anda dimana kandungan vitamin dan mineral dalam buah dan sayur dapat meningkatkan ketahanan tubuh seseorang.

\"Usahakan mengonsumsi sayuran hijau dan buah mengandung vitamin C saat musim pancaroba ini. Sebab semua aneka kandungannya membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Sehingga setiap perubahan suhu dari cuaca yang terjadi di luar, tubuh Anda bisa cepat menyesuaikan,\" imbuhnya.

Menurutnya sekuat apapun seorang manusia, secara alamiah tetap saja dia membutuhkan waktu untuk beradaptasi terhadap cuaca. Ketika tubuh sedang beradaptasi terhadap cuaca, maka daya tahan tubuh manusia grafiknya menurun.

Pada fase-fase seperti inilah virus-virus yang sudah ada di dalam tubuh manusia menguat dan virus-virus dari luar tubuh manusia jadi lebih mudah menginfeksi manusia sampai masa adaptasi dapat dilewati dan daya tahan tubuh manusia kembali stabil.

“Bisa dibayangkan jika cuaca berubah setiap hari, dua hari panas kemudian hujan lebat. Pagi hari panas terik, sore hari hujan badai. Maka stabilitas imunitas tubuh manusia pun akan terus berubah mengikuti kondisi cuaca di sekitarnya alias ikut naik turun,” tuturnya.

Di musim pancaroba, virus yang beredar di sekeliling kita lengkap. Sebagai contoh, jika di musim penghujan virus yang nyaman dengan kondisi dingin dan basah adalah virus-virus seperti virus flu, demam berdarah, muntaber, diare, dan virus flu burung (H5N1).

Sementara di musim kemarau, virus yang muncul seperti virus hepatitis, gondongan (parotitis), jamur dan bakteri penyebab berbagai penyakit kulit. Maka di musim pancaroba, yang 1 minggu panas kemudian diikuti 1 minggu hujan, maka virus, bakteri dan jamur tadi akan bergantian muncul dan siapa saja potensial untuk terinfeksi.

Demikian juga dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tetap akan eksis, mengingat di musim pancaroba meskipun hujan masih ada tetapi lingkungan relatif lebih berdebu. Ditambah lagi faktor emisi kendaraan

yang tidak sesuai standar juga dapat memicu iritasi bagi setiap orang yang menghirup udara tersebut.

Menjadi sangat penting memperhatikan kesehatan seluruh anggota keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar agar di musim-musim transisi seperti ini semuanya tetap sehat dan dapat beraktivitas secara normal.

Apa yang harus dilakukan? Menjaga kebersihan lingkungan merupakan sesuatu yang mutlak. Sebagai contoh, kegiatan kerja bakti lingkungan tetapi sampah hanya ditumpuk untuk menjaga estetika, tentu tidak akan membawa kemanfaatan apapun bagi lingkungan.

Dinkes Waspadai Ispa dan Diare

Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai sejumlah penyakit yang kerap muncul saat musim pancaroba, seperti infeksi saluran pernapasan akut dan diare.

\"Angka penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sata musim pancaroba kerap mengalami peningkatan, begitu pula dengan diare. Hal ini berhubungan dengan perubahan kondisi cuaca dari hujan ke kemarau,\" kata Kepala Dinas Kesehatan Tuty Setyowati.

Menurut Tuty, upaya yang bisa dilakukan oleh masyarakat agar tidak terserang kedua penyakit tersebut adalah menjaga pola hidup bersih dan sehat serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Peningkatan daya tahan tubuh, lanjut dia, dapat dilakukan dengan menjaga pola makan yang seimbang, tidak mengonsumsi makanan yang terlalu pedas, melakukan aktivitas olahraga secara teratur, dan beristirahat cukup.

\"Cuaca yang cukup panas akhir-akhir ini juga bisa menurunkan daya tahan tubuh. Jika memang cuaca cukup panas, saat beraktivitas harus memakai pelindung. Atau, jika hujan turun tiba-tiba, jangan nekat untuk menerobos hujan,\" katanya.

Ia mengatakan bahwa pola hidup bersih dan sehat, seperti selalu menjaga kebersihan lingkungan, mencuci tangan setiap kali selesai beraktivitas atau sebelum makan, adalah kebiasaan yang harus tetap dijaga. Selama musim pancaroba, kata Tuty, penyakit Hepatitis A juga dimungkinkan meningkat karena kondisi lingkungan yang kurang bersih.

\"Jika memang sedang sakit, sebaiknya menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut agar tidak menularkan penyakit ke orang lain. Jika memang harus istirahat, sebaiknya beristirahat,\" katanya.

Related posts