Kenaikan BBM Tak Pengaruhi Penjualan Vespa

Produsen motor skuter otomatik Piaggio Indonesia yakin penjualan sepeda motor Vespa tidak terpengaruh kenaikan harga BBM bersubsidi. Pasalnya riset pasar mereka menunjukkan, kalau para pengguna Vespa kebanyakan menggunakan BBM beroktan tinggi, di antaranya Pertamax atau Pertamax Plus.

Deputy Sales Director PT Piaggio Indonesia, Dhani Yahya mengatakan, konsumen skuter Vespa seringkali juga telah mempunyai sepeda motor lain dan bahkan mobil sebagai kendaraan sehari-hari. Jadi, Vespa dari berbagai tipe terutama seri-seri akhir bukan satu-satunya \"kuda tunggangan\" mereka sehari-hari.

\"Mesin Vespa LXV 150ie dan Vespa seri lain juga telah memenuhi standar Euro 3 dan efisien bahan bakar,\" kata dia mengenai skuter yang diklaim punya rasio BBM 55km/liter pada kecepatan stabil 50km/jam itu.

Skuter-skuter Vespa, menurut Dhani, merupakan produk kendaraan gaya hidup yang dilengkapi fitur anti-maling (immobilizer), tuturnya di sela peluncuran Vespa LVX 150ie.

Dia juga mengatakan skuter otomatik dengan sistem pembakaran injeksi itu diciptakan untuk penggemar motor Vespa yang sebelumnya memiliki Vespa seri LX ataupun Vespa seri S. \"Target utama yaitu pengguna berusia 30-40 tahun, selain mereka yang berusia 20-35 tahun,\" kata Dhani.

Vespa hadir di Indonesia sejak dasawarsa \'50-an dan baru masuk jalur manufaktur di Jakarta pada paruh dasawarsa \'80-an melalui PT Danmotors. Untuk skuter otomatik, Vespa merupakan perintis di dunia. Pertama kali mengeluarkan seri Corsa berkapasitas 125 cc pada awal 1982, yang didahului seri PK125, bermesin satu silinder sistem pembakaran dua tak memakai karburator dan pencampur oli samping otomatis itu.

Skuter berteknologi cukup canggih itu, lanjut Dhani, menggunakan transmisi dan mesin yang serupa dengan seri LX ataupun S. \"Perbedaan seri LXV ini hanya desain lampu yang lebih klasik, jok terpisah, dan warna anggur merah Italia (Red Chianti),\" kata Dhani.

Walau bukan skuter yang paling mahal yang hadir di jalan-jalan aspal Indonesia, namun merek Vespa masih sangat melekat dalam ingatan pemakainya. \"Lebih baik naik Vespa\", begitu jargon iklan pada masa puncak ketenaran skuter buatan Italia ini. Skutik berkapasitas mesin 154,8 cc dan suspensi peredam kejut tunggal itu ditawarkan Rp30,600 jutaon the roadJakarta.

Related posts