Penjualan Proton Preve Diyakini Lampaui Target

Ditengah pangsa pasar mobil jenis premium mengalami penurunan pabrikan mobil Negeri Jiran Malaysia, meluncurkan Proton Preve, bahkan PT Proton Edar Indonesia menargetkan penjualan Proton Preve sebanyak 200-250 unit.

“Target tersebut dinilai realistis akibat pasar otomotif di Indonesia masih terbilang lebih tinggi dari pada Malaysia, kita ketahui permintaan mobil jenis premium di Indonesia memang mengalami penurunan banyak masyarakat Indonesia memilih jenis MPV,” ungkap Dato’ Lukman Ibrahim, CEO Proton.

Menurutnya, pangsa pasar premium di Indonesia masi tinggi jika kita bandingkan Malaysia. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia terus mengalami peningkatan ini juga yang membuat yakin penjualan kita akan terus mengalami peningkatan.

“Menargetkan penjualan untuk semua unit dalam satu tahun sebanyak 2500 unit. Hal tersebut merupakan campuran dari semua unit penjualan. Dia menambahkan pada tahun lalu penjualan Proton tumbuh 0,2% secara share market atau 2.420 buah.Sementara itu pada 2013 ditargetkan akan meningkat ke 0,3% atau 2.500 buah,” tuturnya.

Acting Head PT Proton Edar Indonesia En Asri Khayan menerangkan pesanan produk baru ini sudah dipesan 15-20 unit sebelum dipasarkan. Dia mengatakan pasar otomotif Indonesia yang bagus mendorong pertumbuhan penjualan Proton di Indonesia. Menurutnya, selama ini penjualan merek Exora merupakan tonggak penjualan sekitar 1.500-1.600 unit atau meningkat 65%. “Hingga Mei kita sudah menjual 500 Exora,” ujarnya.

Proton Preve didukung dengan mesin 1,6 liter turbo generasi Proton yang menghasilkan tenaga dan torsi setara dengan 2,0 liter mesin normal-aspirated yang lebih besar. Khusus untuk Indonesia, PT Proton Edar Indonesia (PEI), Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) mobil Proton di Indonesia mengatakan telah menggunakan kandungan lokal.

Semua itu dilakukan demi mengubah persepsi masyarakat tentang merek Proton. Komponen tersebut adalah knalpot, thermostat (pengukur suhu), dan ban GT Radial. Lukman Ibrahim juga menambahkan, teknologi Lotus asal Inggris yang dipakai Proton menjadi salah satu kekuatan mobil tersebut. “Satu lagi yang perlu saya jelaskan, di dunia sekarang ini hanya ada 12 pengguna teknologi Hot Press Forming, salah satunya adalah Proton. Ini memberikan kekuatan frame dari dampak benturan depan dan samping,” lanjutnya.

Mobil yang dilepas dengan harga Rp285 juta ini pun menjadi andalan Proton untuk menggenjot penjualan produk mereka.

BERITA TERKAIT

Mandom Catatkan Penjualan Rp 2,71 Triliun

Sepanjang tahun 2017 kemarin, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) mencatatkan penjualan sebesar Rp 2,71 triliun. Jumlah tersebut meningkat 7,11% dari…

Fajar Surya Raup Penjualan Rp 7,33 Triliun - Ditopang Pasar Ekspor

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2017 kemarin, emiten produsen kertas PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan kenaikan penjualan sebesar…

Target Penjualan Agung Podomoro Stagnan - Mengandalkan Proyek Eksisting

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menargetkan marketing sales atau prapenjualan senilai Rp 4,9 triliun.…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

AHM Berikan Tampilan Baru Pada New Honda Scoopy

PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan tampilan baru pada New Honda Scoopy melalui grafis desain stripe dan pilihan warna baru…

Sedan Mewah Lexus LS 500 Mulai Masuk Pasar RI

Lexus Indonesia menghadirkan sedan mewah Lexus LS 500 mulai awal Februari 2018 setelah pertama kali diperkenalkan di Asia pada pameran…

Mobil Listrik Pangkas Biaya Perjalanan Hingga 40%

Kendaraan listrik otonom akan merevolusi mobilitas perkotaan dengan memangkas biaya perjalanan hingga 40 persen dan mengurangi emisi CO2 menjadi nol…