Lelang Obligasi Negara Serap Rp2,65 Triliun

NERACA

Jakarta - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp2,65 triliun dari penjualan obligasi negara melalui lelang lima seri surat utang negara (SUN) pada Selasa (18/6) kemarin. Keterangan tertulis Direktorat Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan di Jakarta, menyebutkan total penawaran yang masuk dalam lelang tersebut mencapai Rp7,75 triliun. Jumlah yang dimenangkan Rp2,65 triliun itu lebih rendah dari jumlah indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp8 triliun.

Rincian Rp2,65 triliun terdiri dari SUN seri SPN12140604 sebesar Rp0,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertinggi 5,38% dan imbal hasil tertinggi dimenangkan 5,38%. Penawaran yang masuk untuk seri ini sebesar Rp2,10 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 6,25% dan terendah 5,38%. Seri FR0063 sebesar Rp0,7 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,52%, imbal hasil tertinggi dimenangkan 6,59% dan tingkat kupon 5,63%.

Penawaran yang masuk untuk seri ini sebesar Rp1,23 triliun dengan imbal hasil tertinggi yang masuk 6,77% dan terendah 6,45%. Seri FR0065 sebesar Rp1,55 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,25%, imbal hasil tertinggi dimenangkan 7,3% dan tingkat kupon 6,63%. Penawaran yang masuk untuk seri ini sebesar Rp2,68 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 7,5% dan terendah 7,16%.

Sementara itu tidak ada yang dimenangkan untuk penawaran yang masuk untuk seri FR0067 dan FR0066. Penawaran yang masuk untuk FR0067 mencapai Rp0,98 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 6,25% dan terendah 5,7%. Sedangkan penawaran yang masuk untuk seri FR0066 sebesar Rp0,76 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk6,35% dan terendah 5,9%. [ardi]

BERITA TERKAIT

Pemkab Lebak Apresiasi UMKM Serap Tenaga Kerja Lokal

Pemkab Lebak Apresiasi UMKM Serap Tenaga Kerja Lokal NERACA Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Provinsi Banten, mengapresiasi pelaku usaha…

Ahli Hukum Pidana: Perlu Bukti Ada Kick Back untuk Menentukan Terjadinya Kerugian Negara

Ahli Hukum Pidana: Perlu Bukti Ada Kick Back untuk Menentukan Terjadinya Kerugian Negara NERACA Jakarta - Ahli hukum pidana Prof.…

PENAWARAN PERDANA OBLIGASI I JLB

Direktur Utama PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) Fatchur Rochman (ketiga kanan) didampingi Direktur Anton Sujarwo (kedua kiri), Trihadi Karnanto (ketiga…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Rupiah Bakal Melemah Jika Suku Bunga Ditahan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia menyebutkan rupiah bisa tertekan lebih dalam pada perdagangan Kamis ini jika suku…

Pemerintah Diminta Segera Atasi Defisit Transaksi Berjalan

    NERACA   Jakarta - Pemerintah diminta segera mengatasi defisit transaksi berjalan dalam neraca perdagangan untuk membantu menambah devisa…

Gubernur Optimis Aset Bank Jatim Tembus Rp100 Triliun

    NERACA   Jakarta - Gubernur Jawa Timur Soekarwo optimistis jika aset Bank Jatim akan mencapai lebih dari Rp100…