Golden Energy Berikan Pinjaman US$20 Juta

NERACA

Jakarta- PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) memberikan pinjaman sebesar US$20 juta kepada anak usaha yaitu PT Karya Cemerlang Persada Tbk. Pinjaman tersebut diberikan untuk mendukung biaya pengembangan infrastruktur pertambangan. Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Golden Energy Mines Tbk, Sudin di Jakarta, Selasa 918/6).

Disebutkan, pinjaman tersebut berjangka waktu 15 Oktober 2012-14 Oktober 2014. Suku bunga pinjaman tersebut sekitar 8% dalam bentuk mata uang dollar AS dan 12% untuk mata uang rupiah per tahun.

Selain mendukung kinerja anak usahanya, salah satu fokus bisnis perseroan yaitu meningkatkan kapasitas produksi batu bara. Ditargetkan produksi dapat mengalami peningkatan sebesar 25% atau sebanyak 7 juta ton dari tahun sebelum sebesar 5,6 juta ton.

Sejalan dengan langkah tersebut, perseroan juga optimistis dapat meningkatkan penjualan yang dengan didukung dengan adanya tambang baru di Bunati, Banjarmasin, “Kalau target penjualan, tahun ini 9 sampai 10 juta ton, dan di Bunati saat ini bisa produksi empat sampai lima juta ton. Kalau Bunati bisa sudah jadi bisa 10 juta ton produksinya,” ungkapnya.

Pihaknya mencatat, sebesar 60% dari produksi yang dihasilkan perseroan untuk pasar ekspor, dan 40% dipasarkan di dalam negeri. Selain Cina, perseroan juga telah menadatangani kontrak jangka panjang dengan India. “Kalau India kita sudah teken kontak selama 25 tahun. Untuk tahun ini kita ekspor batu bara ke India sebanyak 1 juta ton,” ucapnya.

Menurutnya, setiap tahun ekspor ke India mengalami peningkatan. Rencananya, perseroan akan mengekspor sebanyak satu juta ton, dan pada tahun selanjutnya sebanyak 1,5 juta ton sampai tiga juta ton batu bara.

Untuk mendukung kinerja perseroan, dana belanja modal (capital expenditure/capex) yang dialokasikan pada tahun ini sekitar US$40-50 juta yang berasal dari internal kas perseroan. Dalam agenda bisnisnya, selain melakukan pelebaran jalan, dana tersebut juga dipersiapkan untuk persiapan lahan tambang, dan pembangunan. “Intinya belanja modal sekitar Rp 400-500 miliar tersebut akan kami alokasikan untuk biaya operasional,” jelas Fuganto Widjaja, Direktur Utama Golden Energy Mines. (lia)

Related posts