Mengoptimalkan Potensi Pasar Saham Syariah - Sinergi KSEI dan BSM

NERACA

Jakarta-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut baik kerja sama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) sebagai bank administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) Syariah. Pasalnya, kerja sama tersebut akan menjadikan infrastruktur untuk pengembangan pasar modal lebih lengkap dan tidak ada kendala bagi pemodal syariah untuk membuka RDN. “Orang tentu akan semakin yakin untuk menempatkan dananya, utamanya para pemodal ataupun investor-investor syariah.” kata Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (18/6).

Sebagai wakil dari masyarakat efek Syariah, dia pun optimistis langkah ini akan mendukung perkembangan pasar modal ke depan. Pihaknya pun akan mendukung penyebaran infromasi terkait dengan peran serta bank syariah sebagai bank administrator RDN syariah ini. “Mengenai keberadaan bank syariah sebagai bank administrator RDN syariah akan kami lakukan melalui sosialisasi rutin yang kami lakukan. Ini penting bagi masyarakat yang ingin berinvestasi di pasar modal yang bersifat syariah.” jelasnya.

Disebutkan, saat ini ada sebanyak 286 saham yang masuk dalam kategori syariah atau 56,52% dari total 506 saham yang listing di BEI. Dari sisi nilai berdasarkan data kepemilikan efek di sistem KSEI, total nilai saham syariah tersebut telah mencapai Rp1.450 triliun atau sekitar 49,62% dari keseluruhan nilai saham dalam bentuk scripless yang disimpan di KSEI.

Dari sisi transaksi, saat ini sudah ada enam anggota bursa yang memfasilitasi perdagangan dengan online trading syariah. Dengan diterbitkannya aturan Bapepam LK No. V.D.3 tentang pengendalian internal perusahaan efek yang memuat ketentuan pembukaan RDN untuk nasabah sebagai syarat untuk melakukan transaksi, kebutuhan akan adanya bank yang menyediakan fasilitas administrasi RDN syariah menjadi sangat penting untuk pengembangan pasar modal syariah.

Infrastruktur

Direktur Utama KSEI, Heri Sunaryadi mengatakan melalui penandatanganan antara KSEI dan BSM maka pengembangan infrastruktur pasar modal Indonesia melangkah ke jenjang pengembangan berikutnya. “Dengan adanya kerja sama ini, investor kini memiliki alternatif lain untuk mengadministrasikan dananya khususnya bagi investor yang ingin dananya diadministrasikan di bank umum syariah.” ucapnya.

Dengan langkah ini, lanjut dia, diharapkan pasar modal dapat lebih berkembang dan memiliki pilihan yang lebih variatif bagi investor, baik yang terkait dengan efek-efek syariah maupun konvensional. Seperti halnya RDN yang mengadministrasikan pada bank adminstrator RDN konvensional, kata dia, RDN yang dibuka di BSM sebagai bank umum syariah juga dapat dipantau secara online dan real time melalui fasilitas AkSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas).

Menurutnya, penunjukan BSM sebagai Bank Administrator RDN Syariah dilakukan berdasarkan proses seleksi oleh KSEI pada November 2012. Seleksi oleh KSEI ini dimaksudkan untuk memilih Bank Umum Syariah (BUS) sebagai Bank Administrator RDN Syariah. Kebutuhan adanya BUS sebagai administrator RDN syariah ini untuk melengkapi Bank Administrator RDN yang juga memiliki layanan RDN syariah melalui Unit Usaha Syariahnya, yaitu PT Bank Permata Tbk.

Sebelumnya, KSEI juga telah bekerjasama dengan lima bank, yaitu PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Permata Tbk, sebagai bank yang memberikan layanan administrasi RDN. (lia)

Related posts