Ini Alasan Produsen Mie Gunakan Styrofoam

Penggunaan styrofoam selalu dianggap tidak bersahabat dengan lingkungan dan kesehatan. Namun faktanya sejumlah produk mi di dalam cup masih banyak yang menggunakan styrofoam sebagai kemasannya.

“Sebenarnya penggunaan styrofoam itu untuk melindungi makanan dari aroma yang tak sedap di luar yang bisa masuk ke dalam kemasan. Kami berani memakainya karena sudah dianalisa Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM),” ungkap General Manager Marketing Noodle Division, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Julia Atman.

Julia menjelaskan, penggunaan styrofoam itu juga sudah melalui analisa dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan). Jadi pengecekan tak hanya dari kandungan bahan, tapi dari segala aspek.

\"Misalnya, bagaimana produknya kita dimasak dengan menggunakan air panas, dan itu sendiri pun dilakukan analisa. Bukan hanya produknya saja, tapi dilihat bagaimana mereka bereaksi,\" ujarnya.

Julia menyontohkan, ketika seseorang pergi ke pasar tradisional, biasanya akan terlihat si pedagang asal menaruh barang dagangannya. Satu barang bisa saja bergabung dengan barang-barang lainnya. \"Misalnya, sebelahnya Pop Mie ada sabun atau deterjen, styreform itu akan sangat membantu memproteksi agar tak ada transfer bau yang terjadi,\" jelasnya.

Dengan menggunakan styrofoam, lanjut dia, ketika seseorang makan mi maka aroma detergen atau sabun tak masuk ke dalam kemasan.\"Styrofoam itu sudah terbukti menahan semuanya,\" katanya.

Seperti yang kita ketahui, styrofoam merupakan salah satu bahan yang sangat sulit diserap tanah, dan butuh ratusan tahun untuk menyempurnakannya. Maka dari itu penggunaan styreforam tidak di anjurkan untuk tempat makanan.

Related posts