OJK Serukan Emiten Tingkatkan CGC

Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) inginkan emiten di pasar modal menguatkan sektor keuangan dan prinsip sebagai good corporate governance(CGC) untuk menambah daya tarik investor membeli sahamnya. “Kita ingin emiten kita tidak hanya kuat dibidang keuangannya, tetapi kita juga ingin mereka kuat dalam penerapan prinsip good governance. Jika kedua hal tersebut dapat diterapkan oleh emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), saya pikir emiten kita akan jadi rebutan bagi siapa saja yang ingin jadi pemegang sahamnya”, kata Komisioner OJK, Firdaus Djaelani di Jakarta, Senin (17/5).

Menurutnya, kedua hal ini menjadi sangat penting karena tidak hanya keuangan saja, namun aspek keuangan dapat berkesinambungan jika manajemen bisa menerapkan prinsip good governance. Prinsip inilah yang ingin OJK dorong untuk emiten di BEI. “Kita ingin melibatkan banyak pihak tentunya, untuk proses penerapan sudah dilakukan good governance seperti di perbankan dan asuransi. Nantinya akan mengarah ke ASEAN Score Card,”jelasnya.

Menurutnya, Score card sudah diterapkan dibeberapa negara untuk analisis, sehingga negara ASEAN hingga saat ini adakan pembahasan untuk penggunaannya. Nantinya, untuk memberikan award akan digunakan score card tersebut untuk mendapatkan nilai emiten sebagai good governance.“Nantinya akan menjadi acuan negara-negara ASEAN untuk menilai bagaimana emiten tersebut. Saya kira OJK dalam posisi untuk mendukung terealisasinya hal tersebut. Implementasi ini untuk menjamin kinerja emiten,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nurhaida menuturkan, untuk emiten good governance sudah ada aturannya. Dimana peraturan yang terkait dengan emiten dalam menaikan skalanya menjadi good governance dapat dilakukan dengan review terhadap emiten tersebut.

Dia menjelaskan bahwa review tersebut dilakukan dengan melihat bagaimana ketaatan emiten-emiten di bursa terhadap peraturan yang menjadi standar good governance dan akan ada analisisnya.“Kita akan lihat yang dilakukan emiten, bagaimana penerapan good governance dilakukan”, ujar dia.

Menurutnya, saat ini Indonesia masih berada di level bawah karenanya Nurhaida menyadari harus melakukan sesuatu. “Dari sinilah disusun satu road map bekerjasama dengan IFC (International Financial Corporation), yang menjadi anak perusahaan World Bank Group.“Ada beberapa upaya yang OJK coba lakukan. Kegiatan yang pada dasarnya ingin meningkatkan suatu perusahaan ke tingkatan good governance tidak hanya pada emiten tetapi ke seluruh jasa keuangan”, ucapnya.

OJK sendiri memiliki 3 langkah yang akn dilakukan pada 2013 ini, yaitu menjaga pertumbuhan pasar modal Indonesia agar tetap positif ditengah krisis global saat ini, kedua meningkatkan likuiditas pasar, dan menambah perusahaan yang ingin melakukan IPO (Initial Public Offering/penawaran umum perdana), serta meningkatkan jumlah investor kedepannya. Terakhir, menjadikan pelaku pasar yang kompetitif, dan akan meningkatkan pengawasan yang terintegrasi supaya pasar modal Indonesia lebih berkualitas. (nurul)

Related posts