Multipolar Bidik Dana IPO Rp 187,5 Miliar - Saham Perdana Rp 500 Per lembar

NERACA

Jakarta– Meskipun kondisi pasar saham masih fluktuatif, namun tidak mengurungkan niat PT Multipolar Technology Tbk untuk menawarkan saham perdana melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) ke pasar modal.

Presiden Direktur Multipolar Technology, Harijino Suwarno mengatakan, perseroan akan melepas 375 juta lembar saham atau 20% dari jumlah modal disetor lewat mekanisme Initial Public Offering (IPO). “Kami optimis penawaran umum saham perdana ini akan mendapat tanggapan positif dari calon investor. Apalagi kebutuhan pelanggan akan produk teknologi semakin meningkat,” katanya di Jakarta, Senin (17/6).

Dalam IPO ini, perseroan menawarkan harga saham di kisaran Rp425-Rp500 per lembar saham. Dengan kisaran tersebut, dari IPO ini perseroan akan mendapatkan dana kisaran Rp150 miliar- Rp187,5 miliar.

Perseroan sendiri dalam hajatan ini telah menunjuk PT Ciptadana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi, dengan proses book building pada 17-21 Juni 2013. Sedangkan perkiraan tanggal efektif pada 27 Juni 2013, masa penawaran umum 1-2 Juli 2013, penjatahan 4 Juli 2013, perkiraan distribusi saham secara elektronik pada 5 Juli 2013 dan pencatatan saham diharapkan bisa dilakukan pada 8 Juli 2013.

Perseroan akan mengalokasikan dana yang diperoleh dari IPO, sekitar 28% untuk belanja modal dalam kurun waktu 2013-2014. Sekitar Rp46,5 miliar untuk membayar utang dan sisanya untuk modal kerja, seperti biaya operasional. “Prospek usaha di bidang TI saat ini sangat positif, terutama didorong banyaknya perusahaan yang melakukan transformasi bisnis dengan memanfaatkan teknologi,”ungkapnya.

Belanja Modal

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp93,5 miliar, guna mendukung pertumbuhan kinerja perseroan. Direktur Keuangan PT Multipolar Technology, Hanny Untar mengatakan, dana capex sebesar Rp93,5 miliar bersumber dari perolehan dana IPO dan kas internal. \"Sebanyak 28% dipenuhi dari dana IPO nantinya, sisanya dari kas internal perusahaan,”ungkapnya.

Dana belanja modal Rp93,5 miliar akan dipergunakan untuk pembelian dua gedung dengan nilai investasi per gedung mencapai Rp20 miliar dan Rp40 miliar untuk perawatan atau renovasi kantor dan sisanya untuk kebutuhan lainnya, untuk mendukung pertumbuhan kinerja perseroan.

Lebih lanjut dia mengatakan, pada tahun ini perseroan menargetkan penjualan mencapai Rp1,64 triliun dengan target laba Rp50,6 miliar. \"Bisa tercapai, karena pangsa pasar kita sudah luas,\" ujarnya. (bani)

Related posts