Jamsostek Luncurkan Kartu Internetan Murah Seribu Perak Buat Pekerja

NERACA

Batam - PT Jamsostek (Persero) meluncurkan kartu Speedy Instant seribu rupiah sehari untuk para pekerja. Kartu ini lebih murah dari yang dijual untuk umum sebesar Rp5.000/hari. “Ini bentuk layanan bagi peserta yang dalam kesempatan lain akan diikuti sembako murah maupun perumahan murah bagi pekerja. Kita harapkan nantinya, ini menggugah kesadaran lebih luas di masyarakat untuk sadar jaminan sosial,\" kata Direktur Perencanaan Pengembangan (Renbang) dan Informasi PT Jamsostek (Persero) Agus Supriyadi di Batam, pekan lalu. Usai peluncuran Speedy Instant Card Jamsostek seribu rupiah, Agus Supriyadi didampingi Direktur Komersial PT Telkom Sukardi Silalahi dan Direktur Kepesertaan Jamsostek Junaidi melakukan peninjauan sekaligus sosialisasi kartu internetan di perumahan pekerja yang berlokasi di daerah Lancang Kuning, Batu Ampar, Batam. Agus menjelaskan, kerjasama dan sinergi dengan PT Telkom bukan pertama kali ini dilaksanakan. Kedua institusi sebelumnya sudah melakukan sinergi dalam pengembangan infrastruktur Teknologi Informasi (TI), aplikasi maupun layanan peserta. Kedepan, lanjut Agus, Jamsostek pun masih akan melakukan berbagai kerjasama strategic partner dengan private industry maupun mitra strategis lainnya yang bertujuan meningkatkan kehidupan para pekerja ke arah lebih baik. \"Ini sesuai tagline kami yang baru untuk hidup yang lebih berkualitas, karena internetan murah bisa dipergunakan anak-anak pekerja di dunia pendidikan,” terangnya.

Sementara itu terkait kesiapan PT Jamsostek yang akan bertransformasi jadi BPJS Ketenagakerjaan pada 1 Januari 2014, Agus menjelaskan, karena sudah menjadi amanat undang-undang maka tidak ada alasan lain, pihaknya pun harus siap mengembangkan jaringan Teknologi Informasi (TI) untuk diakses oleh 110 juta peserta BPJS Ketenagakerjaan. Karena, nantinya BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya untuk para pekerja formal saja, api juga tenaga kerja informal yang berjumlah 70-80 juta orang lebih.

Karena itu, sambung Agus, pihaknya pun sudah jauh-jauh hari melakukan berbagai kerjasama strategis baik dengan industri keuangan maupun berbagai industri lainnya. “Apalagi nanti layanan industri keuangan akan diintegrasikan, kita pun bisa ikut disana termasuk penggunaan infrastruktur website mereka untuk memperluas jaringan layanan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.

Sedang menyangkut peluncuran kartu internetan murah Jamsostek, Agus mengutarakan, pihaknya menjamin harga murah yang ditawarkan bukan basa-basi. \"Kalau nanti trend penggunaan internet jadi lebih murah, kita pun bisa menurunkan lagi harganya. Tapi sekarang dengan harga seribu per hari dan bandwidth minimum 1 Mbps per AP, ini merupakan internet yang termurah dan cepat,\" jelasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Kepesertaan Jamsostek Junaidi menjelaskan, saat ini jumlah pekerja peserta aktif Jamsostek 11,2 juta pekerja. \"Tahun ini terjadi trend kenaikan, karena sampai dengan bulan Juni saja terjadi peningkatan 7,5%, padahal tahun sebelumnya hanya naik 10 persen,” papar dia.

Junaidi berharap sampai dengan akhir tahun 2013, pekerja peserta aktif Jamsostek meningkat menjadi 13,1 juta atau meningkat sekitar 17%. “Upaya mengeluarkan kartu internetan Jamsostek serta berbagai program lain seperti Jamsostek go to Society, program bea siswa akan bermanfaat membangkitkan kesadaran mengikuti program jaminan sosial,” urainya.

Sementara itu, Direktur Konsumer PT Telkom Sukardi Silalahi mengatakan, peluncuran internet murah ini merupakan yang pertama kali untuk konsumen berbasis komunitas di luar anak-anak sekolah. Sebelumnya, Telkom sudah meluncurkan kartu Indischool, internetan murah Rp 1000/hari, khusus siswa sekolah yang dipergunakan memakai Wifi yang di pasang di sekolah yang bersangkutan. \"Tapi nantinya penggunaan internet berbasis Wifi buat pekerja ini, akan bisa dipergunakan dimana saja,” ujarnya. [kam]

Related posts