Kenaikan BBM Mengerek Tren Penguatan IHSG

NERACA

Jakarta – Derasnya penolakan masyarakat terhadap rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, rupanya tidak mempengaruhi laju penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan kemarin. Pasalnya, indeks BEI masih mempertahankan penguatan kemarin 13,760 poin (0,29%) ke level 4.774,504. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 2,363 poin (0,30%) ke level 792,706.

Aksi ambil untung investor asing menghambat laju penguatan IHSG. Imbasnya, lima sektor industri di lantai bursa melemah, sedangkan lima lainnya bisa menguat,”Penguatan indeks BEI cenderung tertahan seiring dengan pelaku pasar saham yang masih mengambil posisi \'wait and see\' terhadap hasil paripurna DPR terkait kebijakan BBM subsidi,”kata analis Mega Capital Arief Fahruri di Jakarta, Senin (17/6).

Dia mengharapkan, harga BBM dapat dinaikan sehingga mengurangi beban impor minyak dan dengan begitu defisit di neraca perdagangan Indonesia bisa terkikis.\"Pelaku pasar asing cukup konsen dengan defisit neraca perdagangan suatu negara, dengan defisit yang berkurang maka diharapkan asing akan kembali ke dalam negeri,”paparnya.

Kata Arief, di beberapa negara berkembang juga terjadi keluarnya investasi asing seperti di Turki, India, dan Polandia. Hal itu disebabkan oleh neraca perdagangan negara itu yang defisit. Karena itu, dirinya memproyeksikan setelah ada hasil dari kebijakan BBM bersubsidi, indeks BEI akan kembali masuk dalam tren penguatan.

Pada perdagangan kemarin, aksi ambil untung menyasar saham-saham unggulan di sektor finansial dan komoditas. Sedangkan aksi beli terjadi di saham-saham lapis dua. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 171.345 kali pada volume 10.415 miliar lembar saham senilai Rp 8,018 triliun. Sebanyak 153 saham naik, sisanya 109 saham turun, dan 87 saham stagnan.

Volume dan nilai transaksi perdagangan naik tinggi berkat adanya aksi tutup sendiri alias crossing saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) Rp 1,2 triliun di pasar negosiasi oleh broker Indo Premier Securities (PD). Selain itu, ada private placement untuk saham perdana PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang listing hari ini oleh CIMB Securities Indonesia (YU) senilai Rp 668 miliar.

Bursa-bursa di regional yang diawal kompak menguat ditutup mixed. Jelang penutupan perdagangan, pasar saham China terpeleset jatuh ke zona merah. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 1.900 ke Rp 11.700, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 50.300, Bina Dana (ABDA) naik Rp 850 ke Rp 4.350, dan Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 14.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Inovisi (INVS) turun Rp 650 ke Rp 5.450, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 600 ke Rp 11.900, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 25.950, dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 350 ke Rp 9.100.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik 16,713 poin (0,35%) ke level 4.777,457. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,978 poin (0,50%) ke level 794,321. Akis beli selektif mendorong IHSG hingga ke posisi tertingginya hari ini di level 4.804,503. Invetsor asing masih terus melepas saham, membuat penguatan IHSG sedikit terhambat.

Delapan dari sepuluh sektor industri di lantai bursa berhasil menguat. Hanya dua sektor yang masih melemah terkena tekanan jual, yaitu sektor aneka industri dan agrikultur.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 98.279 kali pada volume 5,209 miliar lembar saham senilai Rp 3,705 triliun. Sebanyak 142 saham naik, sisanya 90 saham turun, dan 87 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 1.200 ke Rp 11.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 600 ke Rp 17.500, Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 14.000, dan Tiga Raksa (TGKA) naik Rp 400 ke Rp 2.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Inovisi (INVS) turun Rp 600 ke Rp 5.500, Inti Agri (IIKP) turun Rp 390 ke Rp 1.550, Surya Toto (TOTO) turun Rp 350 ke Rp 7.050, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 350 ke Rp 19.650.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah 5,17 poin atau 0,11% ke posisi 4.755,57, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,31 poin (0,17%) ke level 789,04,”Pelaku pasar mengambil keputusan \'wait and see\' jelang keputusan paripurna DPR mengenai kenaikan BBM, sehingga indeks BEI melemah tipis,\" kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Meski demikian, lanjut dia peluang kenaikan indeks BEI masih ada seiring dengan bursa saham kawasan Asia yang berada di area positif. Hal senada juga disampaikan analis Trust Securities, Reza Priyambada, secara teknikal, indeks BEI masih dapat melanjutkan kenaikan. Apalagi, harga-harga saham domestik juga masih rendah.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 163,46 poin (0,78%) ke level 21.132,60, indeks Nikkei-225 naik 140,43 poin (1,11%) ke level 12.826,95, dan Straits Times menguat 20,09 poin (0,64%) ke posisi 3.181,12. (bani)

Related posts