Strategi BATA Raup Untung - Targetkan Naik 20%

NERACA

Jakarta- PT Sepatu Bata Tbk (BATA), produsen alas kaki mengaku optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 15%-20% pada penutupan tahun 2013 dibanding tahun sebelumnya yang tumbuh 11% atau mencapai Rp 751,4 miliar. “Jika penjualan lalu meningkat sebesar 11%. Maka penjualan tahun ini akan lebih besar peningkatannya mencapai 20% dibanding tahun sebelumnya,” kata Direktur Keuangan BATA, Fadzilah Bin Mohd Hussein di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, pada tahun ini perseroan akan menambah sebanyak 40 toko dan melakukan renovasi untuk 60 toko yang sudah ada, seperti toko Bata taman surya dan toko yang berada di plaza medan fair. Perseroan juga akan menambah koleksi baru sehingga dapat menarik lebih banyak pelanggan. “Kami akan menambah koleksi baru, sehingga penjualan kami juga bisa terdongkrak.” ucapnya.

Selain memacu pertumbuhan di pasar lokal, perseroan juga akan meningkatkan penjualan di pasar ekspor, di mana pada tahun lalu mengalami peningkatan sebesar 4,7%. “Perseroan telah mengekspor ke 14 negara, antara lain Malaysia, Thailand, Singapura, Afrika Selatan, Peru, Chili, dan Rusia. Ke depan, kami juga akan mencoba untuk membuka pasar baru.” jelasnya.

Presiden Direktur PT sepatu Bata Tbk, Imran Malik mengatakan, di tengah persaingan industri yang sangat kompetitif, perseroan akan menerapkan strategi efektif untuk mempertahankan pertumbuhan double digit untuk penjualan dan laba tahun ini. Pihaknya mencatat, pada tahun lalu penjualan perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 11%, dari Rp678.5 miliar di tahun 2011 menjadi Rp 751,5 miliar pada akhir 2012. Peningkatan penjualan ini diikuti peningkatan laba bersih sebesar 22%, dari Rp 56,615 milar menjadi Rp69,343 milar.

Selain meningkatkan kualitas dan volume di pasar ekspor, kata dia, perseroan juga akan menambah varian baru untuk segmen premium seperti Bata Ambassador dan Mocassino. Untuk itu, total investasi yang dianggarkan perseroan pada tahun ini akan mencapai Rp40 miliar. “Bata juga akan merenovasi toko agar menjadi toko yang lebih modern. Setidaknya akan ada investasi sebesar Rp 40 miliar untuk itu dan rencana membuka 40 toko baru dalam beberapa tahun ke depan,” jelasnya.

Stock Split

Sementara itu, untuk meningkatkan kinerja sahamnya di pasar, lanjut dia, perseroan akan memecah nominal saham (stock split) dengan rasio 1:100. Diharapkan, dengan aksi korporasi ini, saham perseroan dapat menjadi lebih likuid diperdagangkan dan menjangkau lebih banyak investor ritel.

Pihaknya akan segera melaporkan rencana tersebut kepada pihak regulator maupun otoritas PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Mengingat hal ini telah disetujui oleh para pemegang saham BATA dalam Rapat Umum Pemegang Saham perseroan. “Pemegang saham setuju adanya stock split. Setelah itu kami akan laporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), dan baru kita realisasikan stock split ini,” jelasnya.

Asal tahu saja, pada perdagangan akhir pekan kemarin, harga saham BATA tercatat stagnan di level Rp 85.000 per saham. Jika menggunakan harga ini maka setelah dilakukan stock split, harga saham BATA, yaitu sebesar Rp 850 per saham. Dengan nilai nominal yang tadinya Rp 1000 maka akan menjadi Rp 10 per lembar saham. (lia)

Related posts