Optimalkan Pabrik, PTPN X Terbitkan Obligasi

NERACA

Jakarta – Dalam rangka mendanai optimalisasi pabrik gula, PT Perkebunan Nusantara X (Persero)/PTPN X akan menawarkan obligasi I PTPN X tahun 2013 senilai Rp700 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Disebutkan, obligasi ini memiliki tenor lima tahun dengan tingkat bunga tetap. Bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan. Nantinya, dana hasil penawaran obligasi ini digunakan untuk pelunasan outstanding kredit di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sekitar 39%, lalu sekitar 61% akan digunakan untuk belanja modal atau modal kerja dalam rangka optimalisasi 11 unit pabrik gula milik Perseroan.

Adapun obligasi ini tidak dijamin dengan agunan khusus berupa benda atau pendapatan milik Perseroan dalam bentuk apapun. Obligasi ini telah mendapatkan peringkat A+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Perseroan telah menunjuk PT Bahana Securities dan PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sementara itu, PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Jadwal penawaran obligasi antara lain masa penawaran awal pada 14 Juni-24 Juni 2013, pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan didapat pada 27 Juni 2013, masa penawaran dilakukan pada 1-2 Juli 2013. Sementara itu, penjatahan pada 3 Juli 2013, distribusi obligasi secara elektronik pada 5 Juli 2013, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2013.

Perseroan meraih laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sekitar Rp378,92 miliar pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp155,19 miliar. Pendapatan perseroan naik menjadi Rp2,14 triliun pada 2012 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp2,11 triliun.

Total liabilitas perseroan mencapai Rp1,27 triliun pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,18 triliun. Aset perseroan naik menjadi Rp2,69 triliun pada 2012 dari periode tahun 2011 sebesar Rp2,27 triliun. Kas dan setara kas perseroan menjadi Rp158,34 miliar pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp194,24 miliar. (bani)

Related posts