Panorama Investasikan Dana Rp 116 Miliar - Tambah Armada Baru

NERACA

Jakarta - PT Panorama Transportasi Tbk (perseroan) menyiapkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp116 miliar untuk memperkuat lini bisnis penyediaan jasa taksi tahun ini dengan membeli 500 unit armada dan pengadaan pool,”Capex tersebut digunakan untuk tambah armada bisnis car rental serta pengadaan pool baru. Belanja modal tahun ini dipersiapkan untuk memperkuat armada taxi reguler dan penambahan armada taksi premium,”kata Direktur Panorama Transportasi, Angreta Chandra di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia mengungkapkan, sumber pendanaan belanja modal dari pinjaman perbankan dan kas internal perseroan. Pada tahun ini, perseroan juga menargetkan pertumbuhan pendapatan naik 24% dari tahun lalu sebesar Rp 201,2 miliar atau menjadi Rp 250 miliar yang akan ditunjang dari lini bisnis taksi, travel serta penyewaan bus.

Sementara laba bersih ditargetkan tumbuh dengan persentase mencapai hingga 25% menjadi Rp 7,5 miliar dibandingkan kinerja 2012 yang tercatat Rp 5,93 miliar. Selain pendapatan dan laba, perseroan juga targetkan pertumbuhan EBITDA sebesar 21%, “Sejak 2010 hingga 2012 perseroan tidak membagikan dividen, seluruh perolehan laba bersih dipergunakan sepenuhnya untuk memperkuat struktur modal ekspansi usaha,”ujarnya.

Tahun lalu, perseroan memperoleh dana sebesar Rp 146,2 miliar yang diperoleh dari penerbitan obligasi pada Mei 2012. Dana tersebut sebagian besar digunakan untuk pelunasan pinjaman bank serta pembelian armada dan pengadaan pool kendaraan.

Obligasi ini berhasil mendorong pertumbuhan kinerja perseroan pada 2012 dengan pendapatan yang naik 17% secara tahunan dan laba bersih yang tumbuh 31% dibandingkan 2011, total liabilitas perusahaan melonjak hingga 64% menjadi Rp 301 miliar secara tahunan.

Brand Baru

Selain itu, perseroan juga mengenalkan brand keduanya setelah White Horse yaitu Canary Transport yang akan memberi kontribusi pendapatan pada tahun ini. Untuk tahun 2012, pertumbuhan pendapatan berdasarkan komposisinya, penyumbang terbesar adalah taksi yaitu sebesar 89%. Sedangkan untuk travel, performancenya masih kurang bagus pada2011 -40% dan tahun lalu -20%. Sementara untuk bus charter turun 1% dari tahun 2011 atau hanya menyumbang 5% bagi pendapatan perseroan.

Terkait rencana kenaikan harga BBM, perseroan berencana untuk menetapkan dua harga untuk tarif taksi yakni pada segmen reguler dan segmen premium. “Jika harga naik, untuk segmen premium ada kemungkinan akan mengikuti harga BBM terlebih pelanggannya juga kalangan eksekutif. Sedangkan untuk segmen reguler penentuan tarif mengacu pada peraturan Pemerintah Provinsi daerah karena pastinya akan ada usulan tarif dari Organda”, jelas Direktur Panorama Transportasi, Agustono Haliman.

Saat ini, tarif baru belum bisa ditentukan tapi mengacu pada perkiraan BBM yang akan naik sekitar 40%, kemungkinan perseroan akan naikan tarif antara 10 – 20%. Walau dampak kenaikan BBM dirasa akan cukup besar, namun bagi perseroan akan menguntungkan perseroan. Pasalnya, para pengguna kendaraan pribadi akan beralih ke angkutan umum seperti taksi. (nurul)

BERITA TERKAIT

Kresna Siapkan Capex Rp 400 Miliar - Akuisisi 5 Perusahaan Digital

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis digital, mendorong PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) agresif untuk terus mengakuisisi perusahaan starup.…

Bayar Utang, BPFI Rilis Obligasi Rp 300 Miliar

NERACA Jakarta – Lunasi utang, PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI) berencana untuk melaksanakan penawaran umum berkelanjutan II tahap I…

BLTZ Anggarkan Belanja Modal Rp 500 Miliar

Danai ekspansi bisnisnya, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 500 miliar.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mobil88 Targetkan Penjualan Tumbuh 15%

Jelang musim mudik Lebaran, tren penjualan mobil bekas kembali meningkat. Hal itu bahkan sudah terlihat sejak sebelum datangnya bulan Ramadan,…

Sritex Bagikan Total Dividen Rp 163,6 Miliar

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)  atau Sritex memutuskan untuk…

Bidik Pasar Ekspor Ke Jepang - Trias Join Venture Perusahaan Jepang

NERACA Sidoarjo – Ditengah terkoreksinya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, PT Trias Sentosa Tbk (TRST), perusahaan yang produksi packaging…