Pemerintah Bangun Tempat Evakuasi Sementara - Antisipasi Tsunami

NERACA

Jakarta - Pemerintah merencanakan membangun Tempat Evakuasi Sementara (TES) atau shelter. Bangunan TES bukan berfungsi sebagai tempat pengungsian, melainkan sebagai tempat penampungan sementara untuk menyelamatkan jiwa masyarakat ketika terjadi tsunami, Penggunaannya paling lama dua jam setelah kejadian.

“Perencanaan membuat shelter untuk kawasan rawan bencana tsunami bertujuan menekan jumlah korban jiwa akibat tsunami. Bangunan shelter merupakan hal yang baru dan pertama dilaksanakan oleh orang-orang Indonesia. Inilah kesempatan kita untuk mempresentasikan ilmu yang yang kita miliki. Selain itu shelter adalah bangunan yang bagus dan data ketahanannya lebih kuat,\" jelas Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Keterpaduan Pembangunan Taufik Widjoyono di Jakarta, pekan lalu.

Taufik menjelaskan, pembangunan TES/shelter adalah bagian dari perwujudan pembangunan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana, yaitu sebuah desa atau kelurahan yang memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana. Sebaran lokasi TES nantinya mengacu pada Masterplan Pengurangan Risiko Bencana Tsunami yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, NTB dan NTT yang akan direalisasikan dalam kurun waktutahun 2013–2014.

“Bangunan TES atau shelter harus bisa digunakan saat diperlukan dan lokasinya dekat dengan masyarakat sekitar. Kekuatan konstruksi dan kekuatan terhadap respon gempa juga harus diperhatikan,” jelas Taufik. Peran serta semua pihak dalam proses pembangunan TES, lanjut Taufik, dimulai sejak perencanaan, pelaksanaan, hingga pengelolaan bangunan paska konstruksi, merupakan suatu kesatuan kegiatan perencanaan yang terencana dengan cermat dan matang, baik dari aspek teknis, administrasi pelaksanaan, serta rencana tata kelolanya.

\"Masyarakat perlu diajak untuk meningkatkan kapasitasnya secara mandiri maupun bersama-sama akan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana sehingga bisa meminimalkan bahkan menghindarkan adanya korban jiwa jika terjadi bencana alam yang cukup besar,\" kata Taufik.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Utama BNPB Fatulhadi mengharapkandengan terlembaganya dengan baik penyelenggaraan bangunan gedung dan lingkungandi kabupaten/kota, pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas struktur dan konstruksi bangunan gedung,sehingga dapat memberikan rasa aman bagi penggunanya.

Dia juga berharap, dapat dirumuskan desain kriteria yang tepat sesuai kaidah teknis dengan mempertimbangkan karakteristik lokal serta evaluasi atas beberapa desain yang sudah pernah dibangun sebelumnya. [iqbal]

Related posts