Diburu Investor, Acset Yakin Bakal Oversubscribed - Penawaran Saham Perdana

NERACA

Jakarta – Menetapkan saham perdana sebesar Rp 2.500 persaham, perusahaan jasa konstruksi PT Acset Indonusa Tbk (ACSET) mengaku saham perdananya bakal terserap habis oleh investor.

Direktur Keuangan Acset, Agustinus Hambadi mengatakan, saham perdana yang ditawarkan diyakini bakal diburu investor dan terlebih didukung oleh fundamental yang kuat dan prospek bisnis yang menjanjikan perseroan kedepannya, “Kami optimis saham yang kami tawarkan akan terserap habis oleh investor khusnya domestik. Kami dapatkan informasi, banyak investor institusi domestik yang memesan saham ACSET, totalnya mencapai 83%, dan retail 2%, sisanya diserap asing,\" ungkpnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dengan harga yang ditawarkan sebesar Rp 2.500 per saham, dan Price Earning Ratio (PE ratio) sebanyak 13,9 kali, dinilai akan lebih menarik bagi investor untuk menyerap saham perseroan.

Dia menyakini, saham perdana yang ditawarkan bakal kelebihan permintaan (oversubscribed) lantaran tingginya minat masyarakat terhadap saham Acset, “Katanya sih bakal alami oversubcribed lebih dari 2 kali. Namun, untuk lebih jelasnya tanya saja ke penjamin emisi (underwriter)kami, PT Kim Eng Securities,”ujarnya.

Sebagai informasi, ACSET melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) sejumlah 150 juta lembar, atau 30% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor perseroan setelah penawaran umum dengan harga penawaran sebesar Rp 2.500 per saham. Dengan begitu, perseroan bakal memperoleh dana sebesar Rp 385 miliar dari hasil penawaran umum perdana sahamnya ini.

Direktur Utama ACSET, Ronnie Tan Tiam Seng mengatakan, dana hasil IPO ini akan digunakan, sekitar 57,7% untuk modal kerja, 30% untuk pembayaran utang kepada PT Bank International Indonesia (BII), dan sisanya sekitar 12,50% akan dialokasikan perseroan untuk belanja modal.\"Untuk hutang, kami akan alokasikan sebagian dana dari hasil IPO guna percepat pembayaran utang kami di BII sebesar Rp 75 miliar dari total utang sebesar Rp 120 miliar, dan selebihnya untuk ekspansi perseroan,\" imbuhnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Dafam Properti Bakal Tambah Lima Hotel Baru - Lepas Saham Ke Publik 25%

NERACA Jakarta – Meskipun ada kekhawatiran pasar properti tahun ini masih melandai, namun hal tersebut tidak mengurungkan PT Dafam Property…

BEI Targetkan 2.021 Investor di Sulawesi Utara

NERACA Manado – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) menargetkan sebanyak 2.021 investor di tahun 2018.”Kami cukup…

Saham Bank Agris Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), saham PT Bank Agris…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…

Bukalapak dan JNE Hadirkan Layanan JTR

Sebagai bentuk komitmen Bukalapak untuk terus berusaha memberikan layanan terbaik dan mengoptimalkan jasa layanan pengiriman barang besar yang dapat mempermudah dan…