Pemerintah Perkuat Pembinaan Budaya

NERACA

Bandung – Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Jero Wacik, ketika menjadi nara sumber dalam acara Silatnas yang berlangsung, Sabtu (25/6) di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, menegaskan pemerintah akan terus memperkuat pembinaan budaya.

Semangat penguatan pembinaan budaya, sejalan dengan arahan Presiden RI, yang menegaskan pariwisata penting tetapi kebudayaan lebih penting karena kebudayaan berhubungan dengan identitas bangsa.

Dalam rangka memperkuat pembinaan budaya, warisan Budaya Indonesia telah diakui oleh UNESCO, yaitu Wayang Indonesia pada tahun 2003, Keris Indonesia tahun 2005, Batik Indonesia tahun 2009 dan Angklung Indonesia tahun 2010.

Sejalan dengan pencapaian upaya tersebut, di tahun ini, Pemerintah telah mengusulkan kepada UNESCO, antara lain : Kerajinan Tangan Papua, untuk list in need of urgent safeguarding, Tari Tradisional Bali untuk representative list of intangible cultural heritage of humanity serta Taman Mini Indonesia Indah untuk register of best practices.

Dalam rangka penguatan pembinaan budaya, dalam tahun ini, pemerintah mempunyai beberapa target program yaitu : penetapan 100 cagar budaya/situs, inventarisasi 1.000 karya budaya, revitalisasi 30 museum dan penerbitan 24 buku dengan tema buku karakter modal membangun bangsa.

Jero Wacik, menambahkan dalam bidang pariwisata, di tahun ini pemerintah mempunyai target yaitu terbentuknya program PNPM Mandiri bidang pariwisata di 569 desa.

Related posts