Butuh Modal, Bukopin Masih Kaji Lepas Saham Ke Saratoga - Bidik Dana Rights Issue Rp 2 Triliun

NERACA

Jakarta – Rencana pembelian saham Bank Bukopin oleh PT Saratoga Investama Sedaya Tbk dinyatakan masih dalam proses oleh pihak PT Bank Bukopin Tbk (BBKP). Kata Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk, Glen Glenardi, rencana pembelian saham tersebut memang ada, namun pihak manajamen belum bisa memberi keputusan akhirnya karena masih didiskusikan oleh para pemegang saham dan calon pembelinya.

Oleh karena itu, dirinya menegaskan, belum ada keputusan mengenai jadi atau tidaknya saham Bukopin dilepas, “Pembelian saham Bukopin oleh PT Saratoga masih belum ada kepastian,”katanya di Jakarta, Kamis (13/6).

Selain itu, guna meningkatkan modal, Bank Bukopin berencana untuk menerbitkan saham baru atau right issue tahun ini juga dan saat ini masih dalam tahap proses, “Dana yang akan diperoleh perseroan dari hasil right issue sekitar Rp 1-2 triliun. Namun kita masih mendiskusikannya. Walau begitu, right issue sudah ada di bisnis plan kita. Right issue diperkirakan kuartal terakhir nanti,”tandasnya.

Dia juga menambahkan bahwa dana hasil right issue tersebut akan digunakan perseroan untuk berekspansi pada tahun depan. Selain itu, hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) juga menyetujui untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 249,15 miliar atau 30% dari laba bersih tahun buku 2012 sebesar Rp 835 miliar.

Sedangkan sisa dari alokasi dividen sebesar Rp 581,34 miliar akan dialokasikan perseroan sebagai laba ditahan dan cadangan umum, “Sebesar 70% atau sekitar Rp 581,34 miliar untuk pengembangan bisnis dan layanan perbankan perseroan untuk mendukung target pertumbuhan kredit 15% di tahun ini,”ungkapnya.

Tahun lalu, PT Bank Bukopin Tbk membukukan pendapatan Rp 5,1 triliun. Dimana jumlah ini lebih besar dari tahun 2011 yaitu sebesar Rp 4,6 triliun. Dengan pajak penghasilan sebesar Rp 224,6 miliar, maka laba bersih perseroan mencapai Rp 834,7 miliar dari Rp 741,4 miliar pada tahun 2011.

Laba Tumbuh 23,38%

Sementara total aset mencapai Rp 65,6 triliun per 31 Desember 2012 dari Rp 57,1 triliun per 31 Desember 2011. Untuk kuartal pertama tahun 2013, Bank Bukopin catatkan

pertumbuhan laba 23,38% atau sebesar Rp 223,7 milyar dibanding periode yang sama tahun 2012 yaitu Rp 181,3 milyar.

Disebutkan, pertumbuhan laba bersih didukung pertumbuhan kredit yang mencapai 29,78% dari Rp 36,6 triliun pada periode sama tahun 2012 menjadi Rp 47,5 triliun,”Pencapaian pertumbuhan laba pada kuartal pertaam 2013 sebesar 23,38% yang ditopang oleh empat segmen bisnis kami yaitu UKM, Mikro, Konsumer, dan Komersial, sudah konsisten dengan target pertumbuhan laba bersih Perseroan 2013 antara 15%-20%,”paparnya.

Disamping itu, hasil RUPS juga memutuskan pergantian Komisaris dan Direksi. Posisi saat ini, Komisaris Utama Mulia Panusunan Nasution, Komisaris Independen Syamsul Effendi, Yoyok Sunaryo, Margustieny, Parikesit Suprapto, serta Komisaris Deddy SA Kodir. Sedangkan Susunan Direksi saat ini adalah Direktur Utama Glen Glenardi, Direktur Tri Joko Prihanto, Agus Hermawan, Sulistyohadi, Mikrowa Kirana, Adhi Brahmanya, serta Irlan Suud.

Pada Januari lalu, perseroan memutuskan untuk mengakuisisi perusahaan asuransi yang akan mendongkrak lini bisnis di luar segmen perbankan. Hal ini akan mendukung target fee based income sebesar 30% tahun ini dan akan membuka peluang besar bagi Bukopin. Pasalnya, industri asuransi memiliki prospek positif dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Apalagi terjadi kenaikan pendapatan per kapita khususnya kalangan menengah.

Perusahaan asuransi yang diakuisisi memiliki tingkat rasio kesehaan (RBS) sebesar 400%-500% diatas ketentuan RBC industri 120%. Jadi merupakan perusahaan yang sehat. Proses akuisisi tersebut akan selesai pada semester pertama tahun ini walaupun target awal akan rampung pada kuartal keempat tahun 2012. (nurul)

Related posts