Mutiara Mengaku Optimis Terjual - Dalam Kondisi Sehat

NERACA

Pekanbaru - Direktur Utama PT Bank Mutiara Tbk, Sukoriyanto Saputro, menyatakan kondisi bank tersebut sangat sehat untuk dijual, sehingga harga yang ditawarkan kepada investor sebesar Rp6,7 triliun sangat relevan. \"Pertumbuhan Bank Mutiara sangat sehat,\" kata dia di Pekanbaru, Kamis (13/6). Bank yang dahulu bernama Bank Century itu, menurut Sukoriyanto, menunjukkan tren positif dalam portofolionya semenjak diambilalih oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 2008, dan berganti nama menjadi Bank Mutiara.

Oleh karena itu, dia mengatakan LPS mulai menawarkan bank tersebut kepada investor dengan harga Rp6,7 triliun yang diharapkan bisa terjual pada tahun ini. Sedangkan kalau tidak juga laku, maka pada tahun depan akan kembali dijual dengan penawaran harga tertinggi. \"Kemudahan untuk investor asing untuk memiliki bank ini juga sangat besar, karena bisa memiliki 100% saham dalam 20 tahun. Sedangkan, pada bank lain hanya diperbolehkan empat persen,\" katanya.

Dia juga mengatakan, seluruh proses penawaran Bank Mutiara dilakukan melalui PT Danareksa. Setiap penawaran yang masuk tentunya harus lolos dalam uji kompetensi dan kelayakan dari LPS dan BI. \"Kemungkinan kita bisa mengetahui penawaran yang masuk pada bulan Juni nanti,\" ujarnya. Sukoriyanto memaparkan, pihaknya juga terus melakukan roadshow ke luar negeri untuk menawarkan ke investor asing mulai dari Australia, China, Korea Selatan, Thailand hingga Jepang. Mengenai kinerja Bank Mutiara, hingga Mei tahun ini total aset sudah mencapai Rp16,2 triliun.

Jumlah itu dinilai tumbuh sangat pesat dibandingkan pada kondisi 2008 yang hanya mencapai Rp5 triliun. Dana Pihak Ketiga pada Mei tercatat sekitar Rp13,6 triliun, ekuitas Rp1,2 triliun, dan penyaluran kredit mencapai Rp11,2 triliun dengan dana pihak ketiga (loan deposit to ratio/LDR) 82,4% dan rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) net 3,14%. \"Target aset kita tahun ini mencapai Rp18 triliun, sedangkan untuk DPK Rp16 triliun dan penyaluran kredit Rp13 triliun,\" katanya. Dia menambahkan, tren pertumbuhan tersebut menunjukan masyarakat dan nasabah sudah menilai Bank Mutiara sebagai lembaga keuangan yang bisa dipercaya. [ardi]

BERITA TERKAIT

OJK Optimis Transaksi Saham di Bali Melonjak - Kondisi Gunung Agung Pulih

NERACA Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan Regional Bali dan Nusa Tenggara optimistis nilai transaksi saham di Pulau Dewata akan melonjak…

Warga Palembang Diingatkan Beli Sapi Bersurat Sehat

Warga Palembang Diingatkan Beli Sapi Bersurat Sehat NERACA Palembang - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengingatkan…

Pelayanan Kartu Sehat dan BPJS?

Persoalan tata kelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sejak beberapa tahun lalu hingga sekarang belum maksimal sehingga banyak peserta  BPJS…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Diminta untuk Tak Naikkan Suku Bunga

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) dinilai untuk tidak perlu menaikkan suku bunga acuan pada rapat kebijakan Rabu…

Modalku Salurkan Penjaman Rp2 Triliun ke 7.000 UMKM

    NERACA   Jakarta - Perusahaan teknologi finansial, Modalku menyalurkan pinjaman modal usaha sekitar Rp2 triliun kepada lebih dari…

BNI Klaim Jadi Pionir Penyaluran KUR Petani Garam

    NERACA   Jakarta - BNI menjadi pionir dalam menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) kepada petani garam sejalan dengan…