Akuisisi Hotel, Panorama Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar - Tawarkan Kupon 10,5%

NERACA

Jakarta – Tingkatkan modal untuk perkuat di lini usahanya, PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) akan terbitkan obligasi berkelanjutan sebesar Rp 500 miliar. Rencananya untuk tahap I akan terbitkan Rp 350 miliar dengan tenor 5 tahun dan kupon antara 9,5 – 10,5%. “Obligasi ini telah mendapatkan peringkat idA- dengan stabil outlook dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Perseroan telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT Kim Eng Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek. PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai wali amanat,”kata Presiden Direktur Panorama Sentrawisata Tbk, Budiyanto Tirtawisata di Jakarta, Kamis (13/6).

Nantinya, sebanyak 63% akan digunakan untuk pengembangan anak usaha PT Panorama Tours Indonesia, 28% akan digunakan untuk setoran modal PT Panorama Properti yang akan membangun hotel dan 9% untuk PT Panorama Multi Media.

Untuk jadwal penawaran awal obligasi bakal dilakukan pada tanggal 13-21 Juni 2013, perkiraan mendapatkan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Juni 2013, masa penawaran umum pada 2-4 Juli 2013, penjatahan pada 5 Juli 2013, distribusi obligasi secara elektronik pada 9 Juli 2013, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2013.

Selain obligasi untuk pengembangan anak usaha, dalam 5 tahun kedepan perseroan berencana akan membangun 20 hotel. Pembangunan ini terjadi atas kerja sama perseroan dengan PT Carlson Panorama Hospitality. Perseroan juga berencana melakukan akuisisi sejumlah hotel untuk pengembangan usahanya, “Kami akan kerjasama dengan Carlson untuk membangun minimal 20 hotel yang rencananya dalam waktu 5 tahun, di daerah Jawa dan Bali. Sedangkan untuk akuisisi kami masih melirik beberapa hotel. Untuk hotel yang akan dibangun dan akuisisi belum bisa disebutkan karena saat ini kendala yang dihadapi adalah lahan”, ujar Budi.

Bangun Hotel

Pembangunan 20 hotel ini akan difokuskan di Jawa dan Bali khususnya kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, Jogja, Bandung, Bogor dan Surabaya. Perseroan menganggarkan dana sebesar US$ 8-10 juta untuk pembangunan 1 hotel. Rencanya hotel berbintang 3 dan 4 yang akan dibangun oleh Panorama. Menurut Budi ini berkaitan dengan keinginan perseroan memberikan pelayanan bagi turis asing dan domestik. ”Pertumbuhan ekonomi kita masih cukup bagus, kelas menengah juga dapat dikatakan makin banyak serta turis mancanegara dan domestik akan semakin banyak yang akan berpelesir di Indonesia. Ini yang menjadikan kami memilih membangun hotel kelas bintang 3 dan 4,”katanya.

Sebagai informasi, sejak 2010 gross revenue Panorama terus meningkat, pada 2010 Rp 1,86 triliun naik menjadi Rp 2,196 triliun dan naik 24% menjadi Rp 2,74 triliun pada 2012. Penunjang pendapatan juga paling besar dari sektor tur dan tiket serta voucer hotel.

Pada 2010, sebesar Rp 813 miliar dari tur dan Rp 847 atau 46,6% dari tiket dan voucer hotel. Pada 2011 naik untuk tur sumbangkan pendapatan sebesar Rp 1 triliun, tiket dan voucer hotel 46,4% atau sebesar Rp 1,02 triliun. Pada 2012 tur memberi sumbangan pendapatan perseroan sebesar Rp 1,23 triliun dan untuk tiket dan voucer hotel sebesar Rp 1,25 triliun. (nurul)

Related posts