BKDI Hidupkan Transaksi Perorangan - Bidik Investor Profesional

NERACA

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan likuiditas transaksi, PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) tidak hanya menambahkan produk baru. Namun juga berencana membuka transaksi perdagangan perorangan yang dulu sempat ditutup.

Head Of Business Development BKDI, Christilia Angelica mengatakan, tahun ini perseroan bakal kembali menghidupkan transaksi perorangan untuk meningkatkan nilai transaksi pasar, “Rencana pembukaan transaksi perorangan saat ini masih dikaji dan menunggu izin dari Bappebti, “katanya di Jakarta, Kamis (13/6).

Dia menjelaskan, nantinya transaksi perorangan ditunjukkan untuk masyarakat professional yang dimaksudkan untuk lebih leluasa dalam bertransaksi terhadap kontrak-kontrak multilateral. Perseroan menargetkan, dari peluncuran transaksi perdagangan perorangan ini sebesar 200 nasabah yang bisa berpartisipasi.

Selain itu, dalam transaksi tersebut akan diberikan kemudahan. Dimana para trader tidak lagi perlu membuka account baru di pialang, tetapi hanya numpang kliring di pialang. Sementara Presiden Direktur PT Indentrust Security International, Nursalam mengatakan, selama ini transaksi perdagangan perorangan memberikan kontribusi besar terhadap nilai transaksi BKDI dengan porsi 60%, “Diharapkan transaksi perdagangan perorangan bisa merebut pasar yang lebih luas lagi,”ungkapnya.

Disamping itu, dia juga menambahkan, BKDI juga sudah membuka transaksi dengan bursa komoditi dari luar negeri atau disebut Penyaluran Amanat Nasabah Luar Negeri (PALN). Hal ini dilakukan untuk memudahkan para anggotanya untuk bertransaksi kontrak komoditas yang belum tersedia di BKDI, “Keunggulan dari PALN BKDI, dana asing yang masuk dan keluar bisa terkontrol atau bisa di minimalisir dana asing keluar, “tegasnya.

Sebagai informasi, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menilai penyaluran amanat nasabah ke bursa berjangka luar negeri dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan bursa berjangka luar negeri ke pasar internasional dan menarik modal dari investor asing.

Dalam SK Kepala Bappebti No.82/2010 disebutkan bursa berjangka dalam negeri bertugas menyediakan sistem yang mampu menyalurkan amanat nasabah melalui pialang dalam negeri ke pialang berjangka anggota lembaga kliring berjangka di luar negeri. Bursa berjangka dalam negeri juga bertugas mengadakan kerja sama dengan pialang berjangka anggota lembaga kliring berjangka luar negeri dan membuat daftar pialang asing dalam PALN itu. Transaksi tersebut juga harus dilaporkan ke Bappebti.

Tahun ini, BKDI menargetkan jumlah transaksi bursa berjangka komoditi bisa tumbuh sekitar 20%-30% dibanding tahun lalu. Dan produk ICDX hingga sekarang ini terdiri dari GOLDUD, CPOTR, GOLDRD, GOLDID, OLEINTR dan INATIN. (bani)

Related posts