INKA Kembangkan Kereta Api Anti Banjir

NERACA

Jakarta - Di bidang transportasi darat, berbagai solusi telah ditawarkan untuk mengatasi persoalan banjir termasuk yang dilakukan PT Industri Kereta Api (INKA) yang telah mengembangkan lokomotif yang sepenuhnya produksi dalam negeri dengan kode CC 300. Produk ini diklaim anti banjir.

Direktur Utama INKA Agus Purnomo menyatakan lokomotif ini memiliki desain yang memungkinkan untuk melalui rel yang digenangi air. CC 300 memiliki sistem kelistrikan yang menjadi satu dengan penggerak diesel hidrolik. Dengan sistem tersebut, meski rel tergenang 1 meter, kereta masih bisa melaju. \"Ini kan lokomotif tahan banjir, kalau rel banjir terus saja dia,\" kata Agus di Jakarta, Kamis (13/6).

Pengembangan CC 300 dilakukan sejak 2009. Kini tiga lokomotif berwarna merah menyala itu selesai produksi dan siap diberikan pada pemesan, yaitu Kemenhub. Dua lagi masih dalam pengembangan di bengkel kerja.

INKA tidak menutup kemungkinan bakal menawarkan desain CC 300 ke pembeli asal luar negeri. Khususnya kepada negara yang memiliki persoalan banjir. Lokomotif serupa bertenaga 2.200 tenaga kuda (HP) buatan Amerika atau Eropa rentan mogok saat menghadapi air bah.

Selain INKA, PT Wijaya Karya (WIKA) juga menegaskan mampu memproduksi fasilitas kereta dengan keunggulan serupa. Wika menyatakan bahwa pihaknya paling siap melaksanakan pembangunan mass rapid transportasi (MRT) Jakarta. Wika mendapat jatah untuk membangun MRT dari Senayan hingga Dukuh Atas.

Corporate Secretary Wika, Natal Argawan mengatakan salah satu jalur yang dibuat pihaknya adalah jalur di bawah tanah atau underground dengan kedalaman mencapai 30 meter. Jalur bawah tanah ini berada di jalur Bendungan Hilir menuju ke Senayan dengan panjang jalur sekitar 2 km.

Di jalur tersebut akan ada dua stasiun yaitu di Bendungan Hilir dan Setia Budi. Semua jalur berada di bawah tanah. Meskipun berada di bawah tanah, pihaknya menjamin dengan teknologi yang dimiliki tidak akan terjadi kebanjiran.

\"Bornya tidak terlihat dan bornya berjalan di bawah tanah. Dalamnya lebih dari 30 meter. Pada waktu di bor akan membentuk tunnel besar dua jalur atau twin tunnel. Ini di bawah gorong-gorong dan tidak akan banjir,\" jelasnya.

Pembangunan MRT

Sebelumnya rencana pembangunan mass rapid transportasi (MRT) Jakarta saat ini terus dimatangkan. Salah satu perusahaan yang ikut membangun yaitu PT Wijaya Karya mengklaim paling siap menjalankan proyek sistem transportasi ini. Wika mendapat jatah untuk membangun MRT dari Senayan hingga Dukuh Atas.

Natal mengatakan jalur yang dibuat pihaknya adalah jalur di bawah tanah atau underground dengan kedalaman mencapai 30 meter.\"Kita underground dari Senayan sampai Bendungan Hilir itu sekitar 1,8 kilometer ada stasiun di Senayan dan Istora depan stadion,\" jelas Natal.

Selanjutnya adalah dari Bendungan Hilir menuju ke Senayan dengan panjang jalur sekitar 2 km. Di jalur ini akan ada dua stasiun yaitu di Bendungan Hilir dan Setia Budi. Semua jalur berada di bawah tanah. Meskipun berada di bawah tanah, pihaknya menjamin tidak akan kebanjiran.

\"Bornya tidak terlihat dan bornya berjalan di bawah tanah. Dalamnya lebih dari 30 meter, di bawah itu kan bebatuan, pasti ada caranya. Pada waktu di bor akan membentuk tunnel besar dua jalur atau twin tunnel. Ini di bawah gorong-gorong dan tidak akan banjir,\" jelasnya.

Wika yang ikut dalam proyek pembangunan MRT akan melakukan ground breaking pembangunan MRT pada ulang tahun Jakarta. Ground breaking yang dimaksud adalah pengesahan secara ceremonial dan belum mulai bekerja. \"MRT kita sekarang dalam tahap ground breaking. Pemberi kerja mengharapkan, ada keinginan Gubernur DKI Joko Widodo untuk disamakan nanti dengan ulang tahun jakarta. Juni ini perkiraan,\" katanya.

Related posts